Pacar Di Srobot, Pengantin Baru Dibabat Pedang Mantan Pacar

699
Bacok mantanpacarkabartuban.com – Kecewa karena pacaranya Muyati(19) asal Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek di nikai pria lain, Warnadi (23) pemuda asal Dusun Kebomati, Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban nekat menebas lengan Winto (25) Warga Dusun Koro, Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Tuban yang merupakan suami mantan pacar-nya dengan pedang.
Kejadian yang mengemparkan warga Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek yang belum satu pekan menggelar resepsi. Emosional Warnadi yang sudah memuncak karena merasa pacaranya di srobot Winto langsung menyerang dengan menggunakan senjata tajam.
Dari keterangan Kapolsek Kerek yang dapat dihimpun Kabartuban.com (4/3), mengungkapkan kejadian pembacokan tersebut berawal saat Warnadi mengetahui pacarnya menikah dengan Winto pada hari Kamis kemarin. Mendengar kabar tersebut pelaku tidak bisa menahan emosinya dan merasa sakit hati akibat pernikahan itu.
“Kejadian penganiayaan itu terjadi hari Minggu kemarin sekitar pukul 19.00 Wib, pelaku datang ke rumah pacarnya dengan membawa pedang dan langsung masuk ke rumah pacarnya,” terang AKP Musa Bahtiar, Kapolsek Kerek, Kabupaten Tuban.
Warnadi yang kabur setelah melakukan aksinya pada saat itu langsung masuk ke rumah mertua korban, tanpa banyak kata tersangka langsung menyerang Winto yang sedang santai di dalam kamar pengantin saat saat melihat tv dengan istri baru-nya.
“Korban sempat menepis pedang dari pelaku dengan menggunakan kursi, korban menderita dua luka bacok di tangan bagian kiri saat berusaha menyelamatkan diri,” lanjut Kapolsek Kerek itu.
Setelah membacok suami pacarnya itu, Warnadi langsung kabur dari rumah tersebut. Kemudian petugas kepolisian yang mendapatkan laporan tersebut langsung berusaha melakukan pencarian terhadap pelaku yang melarikan diri.
“Pelaku berhasil kita tangkap pagi tadi (3/3), dengan barang bukti sebilang pedang yang digunakan membacok korban. Sedangkan untuk korban kondisinya sudah membaik setelah di rawat di rumah sakit,” Pungkas Musa, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan. (kh)