Pajak Dibayar, Jalan Rusak: Warga Tuban Gantikan Peran Pemerintah perbaiki jalan

kabartuban.com – Merah putih berkibar di setiap sudut desa, musik perjuangan bergema, dan semangat kemerdekaan kembali dirayakan. Namun, di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Tuban, perayaan itu terasa getir. Alih-alih menikmati pesta rakyat, warga RT 003/RW 009 memilih menguras tenaga dan kocek sendiri untuk memperbaiki jalan penghubung antar desa yang sudah bertahun-tahun dibiarkan rusak. Sebuah pesan jelas rakyat bergerak ketika pemerintah tak kunjung hadir dan seakan mereka hanya manjadi penonton.

Video berdurasi 46 detik yang beredar di media sosial memperlihatkan puluhan warga bergotong-royong menambal jalan penghubung Desa Jadi–Prunggahan Kulon. Dalam rekaman itu, sejumlah warga terdengar melontarkan kekesalan atas minimnya perhatian pemerintah.

“Garap kabeh sak merono, mampu kok, ora butuh negoro iki, malah negoro sing butuh awak dewe,” ucap salah seorang warga, menggambarkan kekecewaan mendalam terhadap lambannya respons pemerintah.

Unggahan tersebut sontak memicu gelombang komentar warganet. Banyak yang mempertanyakan keberadaan pajak yang mereka bayarkan, sementara perbaikan jalan justru ditanggung sendiri oleh masyarakat.

Ketua RT setempat, Warsito Hadi, menjelaskan bahwa seluruh biaya perbaikan jalan berasal dari iuran warga yang dikumpulkan setiap minggu melalui jimpitan per keluarga. Dana itu selama enam tahun terakhir tidak hanya digunakan untuk perbaikan jalan, tetapi juga pemasangan lampu penerangan jalan umum.

“Sudah lama jalan ini tidak pernah disentuh pemerintah, jadi warga berinisiatif memperbaiki secara swadaya,” ujar Warsito saat ditemui, Selasa (19/8/2025).

Sumar, salah satu penggerak perbaikan jalan, mengaku pihaknya sudah berulang kali melapor ke pemerintah desa maupun kanal pengaduan milik Pemkab Tuban. Namun, tidak ada tindak lanjut hingga kondisi jalan semakin membahayakan pengguna.

“Banyak orang tua yang hampir jatuh ketika mengantar anak sekolah karena jalan berlubang. Kami tidak bisa terus menunggu,” tegasnya.

Sebelum diperbaiki warga, kondisi jalan tersebut bak lintasan uji suspensi kendaraan sempit, bergelombang, dan penuh lubang.

Sementara itu, Kepala Desa Jadi, Munir, belum memberikan keterangan terkait aksi warganya. Saat ditemui di kantor desa, staf menyebut ia sudah pulang. Upaya konfirmasi di rumah pribadinya pun tidak membuahkan hasil. (fah)

Populer Minggu Ini

Pelapor Tolak Restorative Justice, Sidang Dugaan Penggelapan Lahan Kades Tingkis Berlanjut

kabartuban.com - Sidang kedua perkara dugaan penggelapan lahan yang...

Rujukan Tahanan Gangguan Jiwa ke RSJ Menur Terkendala Status Ekonomi, Dinsos Tuban Beri Penjelasan

kabartuban.com - Upaya merujuk seorang tahanan kasus dugaan pencabulan...

Festival Alam Lestari: Jurnalis Targetkan Tanam 10.000 Pohon dan Tebar 10.000 Benih Ikan Lokal di Tuban

kabartuban.com - Komunitas jurnalis yang tergabung dalam (RPS) akan...

Tahanan Kasus Pencabulan Diduga ODGJ Kambuh di Sel, Proses Rujukan ke RSJ Menur Terkendala Birokrasi

kabartuban.com - Seorang tahanan yang menjadi tersangka kasus dugaan...

Proyek Sekolah Rakyat di Tuban Picu Getaran, Warga Mengeluh Rumah Retak dan Lingkungan Terdampak

kabartuban.com - Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang merupakan bagian...

Artikel Terkait