Pemkab Dinilai Lamban Tangani Kenaikan Harga Beras

368

beraskabartuban.com – Peran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban dalam upaya menekan harga beras yang terus bergejolak naik belum nampak. Pasalnya, harga beras di pasaran Tuban kian hari merangkak naik, namun belum ada kabar apakah ada operasi pasar yang dilakukan pemkab dalam menekan harga beras tersebut.

Itu terbukti bahwa sampai saat ini, Farid Achmadi, Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) belum bisa berkomentar ketika di tanya terkait agenda operasi pasar. Hingga berita ini dipublikasikan belum ada jawaban resmi dari Dinas terkait.

Sehingga banyak asumsi masyarakat yang bermunculan terkait naiknya harga beras di pasaran. Tidak hanya itu, pemerintah juga dinilai lamban merespon gejolak yang ada di pasaran, khusunya harga beras.

“Saya menunggu operasi pasar dari pemerintah kok belum ada mas, padahal harga beras naik terus,” ungkap Lastri, warga Tuban saat di temui di pasar tradisional di jalan Pramuka, Minggu, (01/03).

Terhitung mulai sejak dua pekan ini harga beras terus naik. Bahkan, harga beras disejumlah pasar yang ada di Tuban sudah mencapi Rp 11 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga tertinggi hanya sekitar Rp 9,5 ribu perkilogram untuk kualitas super.

Selain harga beras kualitas super, harga beras kualitas medium (menengah) juga mengalami kenaikan, dari Rp 9,1 ribu menjadi Rp 10 ribu per Kg. Sedangkan untuk harga beras biasa dari Rp 8,9 ribu menjadi Rp 9,5 ribu perkilogramnya.

Seperti yang disampaikan Bu Harto salah satu pedagang di pasar baru Tuban, saat ditemui, membenarkan bahwa harga beras terus mengalami kenaikan dari hari ke hari. Kenaikan paling terasa terjadi pada beras kualitas super (Bagus, red).

“Saat ini harga beras naik lagi mas, harga mencapai Rp 11 ribu per kilogramnya untuk beras bagus,” ungkapnya.

Padahal sebelumnya para pedagang beras dipasaran sudah memprediksi bahwa harga beras akan normal kembali saat panen raya tiba. Kendati demikian, meski petani di Tuban sebagian besar sudah panen, namun tidak mempengruhi harga beras yang terus naik. (man/im)