Pemkab Tuban Didatangi Demonstran, Bupati Lindra Tidak Menampakan Diri

4
Terlihat banyak demonstran yang menyerukan aksi di depan kantor Pemkab Tuban

kabartuban.com- Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pemkab Tuban. Kelompok mahasiswa tersebut menyuarakan kritiknya kepada Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky yang dituding tidak mampu mewujudkan Tuban yang lebih baik, Kamis siang (16/06/2022).

Dalam aksi tersebut, para aktivis PMII Tuban menyuarakan tuntutan secara bergantian, berdasarkan kajian yang telah mereka dapatkan terkait kepemimpinan evaluasi satu tahun kinerja Bupati Tuban, Aditya Halindra Fairdzky dan Wakil Bupati, Riyadi.

Ketua Umum PC PMII Tuban Khirukum Mimmu’aini, menyampaikan bahwa kondisi di Tuban saat ini menurutnya sangat buruk. Baik di sektor hukum, ekonomi, pendidikan, juga kesehatan.

“Kondisi Tuban sendiri hari ini sebeneranya sangat buruk. Sudah dikritisi, dari kami beserta kader sudah melakukan advokasi di berbagai desa, terus kita juga memiliki validitas data PPDB Tahun 2022-2023 terkait pendidikan,” terangnya saat di wawancarai awak media.

Adapun 8 tuntutan tersebut adalah sebagai berikut:

Dalam aksi tersebut, PC PMII Tuban menyampaikan tuntutan untuk evaluasi satu tahun kinerja Bupati dan Wakil Bupati Tuban, diantaranya;

1. Berikan izin sesuai ketentuan Perbub mengenai berdirinya Indomaret dan Alfamart yang melanggar ketentuan perbub

2. Kembalikan jabatan ASN yang di Demosi ke jabatan sebelumnya atau yang setara sesuai dengan surat Rekomendasi KASN

3. Segera lakukan pemetaan SDM untuk memenuhi kebutuhan kerja yang ada dalam industrialisasi di Kabupaten Tuban

4. Perhitungan Skor Pendidikan Keagamaan pada PPDB tahun 2022-2023

5. Manfaatkan anggaran pendidikan sebagai bentuk pembangunan SDM, bukan hanya persoalan rehan dan bangun gedung saja

6. Patuhi segala prosedur undang-undang Kemendagri sekaligus penerapannya

7. Sesuai tagline Mbangun Deso Noto Kutho, segera realisasikan dan pemerataan pembangunan jalan

8. Berikan fasilitas kesehatan lansia baik fasilitas berobat maupun kemudahan dalam administrasi kesehatan.

Suara lantang kritis aktivis PMII menyeruak di depan Kantor Pemkab Tuban. Mereka berharap Bupati Lindra keluar dan menanggapi aksi mahasiswa. Namun Bupati tidak kunjung muncul menemui para mahasiswa dan keluar Kepala Bappeda Agung Triwibowo menemui demonstran.

Terlihat beberapa mahasiswa yang membakan bannernya di depan kantor Pemkab

“Mas Bupati sudah dihubungi, namun (nada) memanggil karena memang ada rapat yang harus diselesaikan,” kata Agung di hadapan demonstran.

Ketidakhdiran Bupati Lindra di tengah aksi tersebut membuat demonstran geram. Sebagai Bupati, Lindra dianggap tidak responsif terhadap kritik dan evaluasi kerja kepemimpinannya.

Sebagi bentuk kekecewaan, kelompok mahasiswa tersebut menggemakan hastag #antibupatikabupatentuban di sosial media, dan mencoba menyampaikan tag akun sosial media Bupati Lindra. Selain itu, para demonstran juga melakukan aksi pelemparan tomat dan pembakaran poster di depan Kantor Pemkab Tuban.

Para demonstran kecewa sebab bupati tak kunjung keluar

Menurut Ketua PMII Tuban, aksi lempar tomat tersebut merupakan simbol kekecewaan mereka atas respon Bupati Lindra yang mengabaikan aksi mereka dan tidak mau menemui demonstran. Mereka menganggap Bupati Lindra sengaja mangkir dan menghindar dari hadapan aksi mahasiswa.

“Sebenarnya sudah dari awal surat pemberitahuan kita masukan, tiga hari yang lalu. Tetapi memang Mas Bupati tidak merespon dengan alasan ada urusan di luar, dan hal itu sering terjadi bukan hanya ke PMII,” ungkapnya. (hin/im)