kabartuban.con– Memasuki H+4 lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah, Kamis (29/6/2017), tampak pemudik mulai tinggalkan kampung halamanya. Hal ini terpantau dari padatnya kendaraan di jalur Panturan Tuban yang mulai mengarah menuju Semarang dan Jakarta (Arah Barat) dengan dominasi kendaraan bernomor polisi B dan H.
Pantauan kabartuban.com di jalur Pantura tepatnya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, dan beberapa titik lainya di Pantura Tuban, kendaraan pemudik dari arah Surabaya nampak lebih padat dibanding beberapa hari sebelumnya yang dipadati kendaraan dari arah Semarang.
“Peningkatan dari arah Surabaya sudah terlihat, sekitar 2 persen,” ujar Kasat Lantas Polrea Tuban, AKP Eko Iskandar (29/06/2017).
Menurut Eko, hasil pendataan petugas dilapangan, jumlah kendaraan yang melintas di jalur Pantura Tuban berdasarkan data terakhir hitungan per 12 jam, kendaraan yang keluar mencapai 2.1312 kendaraan, sementara kendaraan masuk (dari arah barat) 19.357 yang berarti lebih sedikit dibanding kendaraan yang keluar, dengan total kendaran mencapai 40.669 termasuk kendaraan roda dua.
“Kendaraan yang keluar sudah lebih banyak, berarti pemudik ini sudah mulai kembali,” terang Kasat Lantas.
Lebih lanjut, Eko mengingatkan kepada masyarakat yang pemudik agar berhati- hati saat berkendara, taati rambu-rambu laluluntas dan beristirahat jika sudah merasa capek.
“Kami sudah sediakan beberapanposko peristirahata, manfaatkan untuk beristirahat,” pesan Kasat Lantas.
Sementara itu, Shohib, pengemudi kendaraan rombongan pemudik yang ditemui di kawasan pos Jati Peteng mengungkapkan, akan mengantarkan penumpangnya ke Jakarta. Rombongan warga itu berasal dari Sidoarjo yang kebetulan akan memantau di Jakarta.
“Dari Sidoarjo, ini juga ada yang dari Lamongan, kebetulan satu tempat kerja dan balik bareng hari ini,” kata Shohib. (Luk)
