kabartuban.com – Ikan asap khas pesisir Tuban, menjadi buruan pemudik yang melintas di jalur Pantura Tuban tepatnya di sepanjang jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Senin (26/6/2017).
Nampak kendaraan pemudik yang rata- rata dari luar kota atau dari arah Semarang menuju Surabaya berhenti di lapak-lapak pedagang yang khas dengan payung besar berwarna warni, berderet dipinggir jalur utama pantura.
Zuli (33) salah satu pedagang warga Karangsari mengatakan, ramainya jalur pantura beberapa hari ini menjadi berkah bagi dirinya dan pedagang ikan asap lainya yang juga mangkal di pinggir jalan Panglima Sudirman.
Omset dagangan mereka meningkat 2 hingga 3 kali lipat dari hari-hari biasanya. Jika hari biasa hanya mampu menghabiskan 10 hingga 15 Kilogram (Kg) ikan asap, pada musim mudik ini bisa habis sampai 35 Kg bahkan lebih.
“Rata rata pemudik yang beli untuk oleh-oleh keluarganya,” kata Zuli.
Untuk harga, satu ekor ikan asap berfareasi, mulai dari paling murah Rp10.000 hingga Rp40.000 per ekor, jenis ikan dan ukuran juga menentukan harga ikan asap yang dijual para pedagang, semakin besar ukuran ikan biasanya akan berpengaruh pada harganya.
“Yang kecil ikan tuna ini 10 ribu sampai 15 ribu, kalau salmon yang besar ini bisa sampai 35 atau 40 ribu,” terang Zuli sambil menunjukan ikan asap daganganya.
Zuli menjelaskan, Ikan asap atau ikan yang diasapi sebenarnya adalah proses pengawetan untuk beberapa jenis ikan. Namun cara ini juga menambah cita rasa ikan saat dimasak menjadi beraneka masakan, seperti ulas-ulas, botok ikan, hingga disambal atau sekedar digoreng untuk di cocol dengan sambal kecap.
“Yang umum dimasak botok mas atau disambal, ini dicocol sama sambel kecap juga udah enak,” jelas penjualnya.
Zuli biasanya berjualan mulai pukul 07-00 hingga pukul 18.00 wib, terkadang dia harus menambah ikan asap daganganya saat pembeli ramai.
“Kadang nambah mas, pulang ngasapi lalu dijual lagi,” katanya.
Sementara itu, Mariana pembeli asal Rembang yang sedang perjalanan menuju Sidoarjo mengaku akan membelikan ikan untuk saudaranya, Â menurutnya ikan asap di Tuban ini masih cukup segar karena baru dimasak oleh pedagangnya. Mariana mengaku sudah beberapa kali membeli ikan ditempat ini saat lewat.
“Saya beberapa kali beli disini, ini mau ke Sidoarjo kerumah saudara,” terang Mariana.
Pantauan di jalur Pantura Tuban, arus kendaraan masih cukup padat, kendaraan dari arah Semarang masih cukup mendominasi lalulintas jalur Pantura Tuban. (Luk)
