Peringati HUT, Desa Warunggahan Angkat Kearifan Lokal

10
Papringan Festifal dalam rangka memperingati HUT Desa Warunggahan ke 717.

kabartuban.com-Dalam rangka memperingati Hari Jadi Warunggahan ke 717, Desa Prunggahan Wetan menggelar Papringan Festifal dengan menampilkan kirab budaya yang bertempat di pelataran Masjid An-Nur Dsn Banaran, Desa Prunggahan Wetan, Minggu Sore (19/6/2022).

Dalam kirab budaya tersebut juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas  Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Tuban, Muhammad Emawan Putra.

Menurut Ketua Panitia Festifal Papringan, Herman Susanto, Hari Jadi Warunggahan dirayakan setiap tanggal 24 April hal tersebut sudah disepakati oleh pemerintah melalui musyawarah desa.

“Pemerintah sendiri sudah menetapkan hari jadi desanya ini melalui musyawarah desa, jadi sudah ditetapkan dan disepakati bahwa setiap tanggal 24 April itu adalah hari jadi Warunggahan. Kalau kemarin kan bertepatan dengan puasa, jadi diganti bulan ini,” tuturnya.

Sekitar 654 peserta turut hadir dalam kirab budaya tersebut, dimana keterlibatan dan anutusiasme warga sekitar yang membuat Festifal Papringan itu menjadi meriah.

“Dari seluruh RT yang mengikuti, tapi memang Prunggahan Wetan di Kecamatan Semanding kecil sendiri. Dimana jumlah RT hanya 11, tapi antrian tadi lumayan panjang karena keterlibatan warga luar biasa sekali,” jelasnya.

Dari acara tersebut saapan akrab Herman ini memberikan wejangan kepada generasi muda melalui Kirab Budaya yang digelar hari ini. Dimana generasi penerus nantinya selalu tahu akan sejarah desanya.

“Karena sungguh disayangkan kalau sebagai orang Prunggahan kemudian tidak tahu sejarah desanya. Sama halnya kalau kita sebagai warga Tuban tidak tahu sejarah kotanya,” tutupnya.

Dimulai dari anak-anak, dewasa, hingga orang tua sangat antusias untuk berpartisipasi dalam acara tersebut, seperti memerankan keluarga ronggolawe, R.A Dhandang Wacono, juga Sri Huning dan masih banyak tokoh pahlawan di Bumi Ronggolawe ini.

Acara ini diselenggarakan di Desa Prunggahan Wetan, Tuban.

Salah satunya adalah Mia (21) warga Desa Bejagung yang mengetahui bahwa ada Kirab Budaya tersebut mengaku langsung datang bersama ibu dan adiknya untuk menyaksikan pertunjukkan-pertunjukkan yang digelar.

“Saya tau di story WhatsApp teman-teman dan mumpung lagi libur kerja juga akhirnya ajak ibu sama adik untuk lihat, karena lumayan juga sekalian refreshing,” tuturnya sambil tersenyum. (Hin/Dil)