kabartuban.com – Keberuntungan belum berpihak kepada tim kebanggaan Ronggomania, Persatu Tuban. Setelah ditekuk oleh Persepam Madura pada laga keduanya, Persatu harus kembali tersungkur setelah dikalahkan oleh tuan rumah Madiun Putra 2 – 1 dalam laga ketiganya di Group D Piala Kemerdekaan yang berlangsung di Stadiun Wilis Madiun, Jumat (21/8/2015) sore.
Manajer tim Persatu Tuban, Fahmi Fikroni, mengatakan, “Kita kurang beruntung mas, babak kedua anak – anak menguasai pertandingan, tapi ada lima peluang yang tidak bisa dikonfersi menjadi gol,” tuturnya, Sabtu (22/8/2015)
Berdasarakan pantauan kabartuban.com, semua gol yang tercetak dalam laga ini terjadi pada babak pertama. Pada menit ke 15, Madiun Putra mendapatkan hadiah tendangan penalti. Suheri Daud mengeksekusi bola dan merubah kedudukan menjadi 1 – 0 untuk Madiun Putra.
Tidak lama kemudian, giliran Persatu Tuban yang mendapatkan hadiah gol, dan Dicky Firasat berhasil merubah kedudukan menjadi imbang 1-1.
Kedudukan imbang tidak mampu dipertahankan lama oleh tim Persatu, karena pemain Madiun Putra Suheri Daud kembali mencetak gol satu menit berselang, dan Madiun Putra memimpin pertandingan dengan skor 2 – 1.
Kedudukan bertahan hingga babak pertama berakhir, dan pada babak kedua tidak ada satu pun gol yang dicetak oleh kedua kesebelasan. Sehingga skor 2 – 1 bertahan sampai akhir pertandingan dan Persatu Tuban harus mengakui kesalahan atas tuan rumah.
Meskipun telah kalah dalam dua pertandingan secara beruntun, manajer tim Persatu Fahmi Fikroni masih optimis bisa lolos, “Masih ada kesempatan dua kali pertandingan lagi dan harus menang, dan tim – tim lain hasilnya seri semua,” ungkap Roni yang telah mengawal Persatu hingga menjadi juara pada Divisi utama yang lalu.
Tidak hanya itu, Roni juga mengkritisi wasit yang dinilai kurang adil, “Kita sangat menyayangkan kepemimpinan wasit yg berat sebelah,” pungkasnya. (im)

