kabartuban.com – Menurunnya sektor pertanian yang disebabkan iklim tidak menentu disepanjang tahun 2016, membuat sejumlah dealer otomotif di Kabupaten Tuban juga mengalami penurunan dalam penjualan.
Manager Rajawali Motor, Dwi, menyatakan, kegagalan panen yang menimpa sebagian petani di wilayah Tuban berdampak pada menurunnya penjualan sepeda motor. Sebab, Selama ini potensi pembelian motor oleh konsumen dari hasil pertanian cukup besar.
“Di Tuban kan mayoritas penduduknya petani, jadi kalau hasil pertaniannya tidak bagus juga mempengaruhi penjualan di pasar otomotif juga,” ungkap Dwi kepada kabartuban.com, Rabu (11/1/2017).
Selama ini, lanjut Dwi yang memberikan kontribusi besar di pangsa penjualan motor mayoritas adalah konsumen yang notabene petani. Terbukti, setiap memasuki masa panen, penjualan selalu meningkat signifikan.
“Apalagi sepanjang tahun 2016 kemarin, musimnya tidak menentu, banyak musim hujannya, jadi juga berpengaruh di hasil pertanian, sehingga penjualan kita turun sampai 30 persen,” paparnya.
Sementara itu, Sundari, Supervisor Mitsubhisi Motors juga mengaku penjualan mobil, baik mobil jenis Truck maupun Pick Up juga mengalami penurunan. Hal tersebut juga dipengaruhi lantaran hasil pertanian di Tuban selama 2016 yang tidak membaik.
“Kalau di Tuban kan rata-rata pelanggan kita petani, seperti dari daerah Leran, Palang, Klotok, Merakurak dan Widang. Jadi kalau cuaca tidak memntu seperti itu, cukup menggencet penjulan mobil,” tuturnya.
Menurutnya, jika dilihat dari siklus penjualan motor, biasanya awal tahun seperti ini penjualan di daerah penghasil pertanian di Tuban bisa tumbuh sekitar 25 persen. Namun, saat ini pasar motor hanya tumbuh 10 persen.
“Bukan hanya itu, akibat menurunnya pendapatan petani, ada perubahan jenis pembayaran transaksi motor yang sebelumnya banyak memilih tunai, kini beralih ke kredit,” tutupnya. (har)
