Rekontruksi Perampokan Penggadaian Jenu

463

Kabartuban.com – Jum’at (27/04/12) pukul 08.00 wib jalur pantura macet beberapa jam dengan adanya kegiatan Polres Tuban yang menggelar Rekontruksi Ulang Perampokan Kantor Pegadaian Cabang Desa Beji Kecamatan Jenu, Tuban. . Ratusan warga desa setempat bergerombol memenuhi jalan raya saling berdesakkan karena ingin melihat langsung wajah pelaku perampokan. Dari hasil Rekontruksi tadi pagi Kepolisian Resort Tuban mendapatkan gambaran jelas kronologi Perampokan yang terjadi bebereapa minggu yang lalu mulai awal perencanaan hingga akhir kejadian.

Kronologi awal dimulai dari 7 (tujuh) tersangka 6 (enam) diantaranya Sadono, Wignyo, Heru, Suwono, Indra dan Ali merencakanakan perampokan di belakang rumah makan milik Ali Jl. Semarang (200 meter dari TKP), Ali menghubungi M. Susanto untuk datang ke rumah Ali dan memesan Plat Nopol palsu tetapi M. Susanto menolak kemudian Heru dan Ali sendiri yang memesan Plat Nopol palsu di percetakan milik Budi Utomo Jl. Diponegoro Tuban, setelah Plat Nopol jadi segera mereka melancarkan aksinya M. Susanto, Indra , Suwono, Wignyo menuju kantor pegadaian menggunakan mobil avanza sedangkan Sadono jalan kaki, kemudian Sadono diikuti Wignyo, Suwono dan Indra masuk ke sasaran dengan peran masing – masing.

Sadono dan Wignyo menodongkan pistol ke korban serta meyekap dan me lakban, Suwono menakut – nakuti dengan sebilah pedang sembari memasukkan perhiasan dan uang ke dalam tas hitam, Indra menutup pintu Rolling Dorr dari dalam, M. Susanto berada di dalam mobil sebagai sopir, Ali berada di warung kopi bertugas mengawasi keadaan sekitar, sedangkan otak perampokan Heru mondar – mandir sambil mengawasi pelaksanaan perampokan.

Setelah berhasil mobil berisikan 5 (lima) orang meluncur ke arah timur jurusan Surabaya disusul Heru menggunakan sepeda motor Supra X Nopol S 6969 HT dan mengarahkan mobil menikung ke terminal baru Tuban, lalu Sadono turun melepas plat Nopol palsu dengan membawa tas hitam hasil rampokan kemudian di bonceng oleh Heru.

Empat tersangka lainnya melanjutkan perjalanan ke arah Kecamatan Kerek, ditengah perjalanan Wignyo turun dan mobil meneruskan perjalanan akhirnya tertangkap Anggota Polsek Kerek karena kedapayan membawa Plat Nopol palsu dan 15 (lima belas) kantung Emas.

Tersangka Ali posisi dirumah dihubungi Wignyo yang sudah berada di Tugu Patung depan Kantor DPRD Tuban, lalu Ali menjemput Wignyo menggunakan motor Xeon Nopol S 3527 ER dan mengartarnya ke terminal Bojonegoro.

Tersangka Heru tertangkap di Kecamatan Rengel namun Sadono sudah diturunkan dijalan sedangkan Ali tertangkap di Desa Tunah Kecamatan Semanding setelah mengatarkan Wignyo.

Dari keterangan Kasat Reskrim Polres Tuban AKP. Budi Santoso di TKP menjelaskan tujuan rekontruksi supaya Tim Penyidik mempunyai gambaran peristiwa dan juga untuk meyakinkan Hakim sekaligus untuk mencari arah pengejaran kedua tersangka yang belum tertangkap. (ts)