Riyoyo Kupat, Janur Mulai Menjamur di PBT

473
ketupat-lebaran
foto ilustrasi bisnisukm.com

kabartuban.com – Menjelang tradisi sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan ketupat, penjual janur ketupat lebaran mulai menjamur di Pasar Baru Tuban (PBT). Menyambut datangnya tradisi ‘riyoyo kupat’, para penjual ketupat mulai menjajakan dagangannya di PBT, Selasa (21/7/2015).

Para pedagang tidak hanya menjual kantong ketupat yang sudah jadi dari anyaman janur kelapa, namun sejumlah pedagang juga menjual janur mentahnya yang belum dianyam. Sejumlah pedagang mengaku mendapatkan berkah tersendiri menjelang ‘riyoyo kupat’. Mereka yang mayoritas datang dari sejumlah pelosok desa di Tuban itu, mulai menjual kantong janur ketupat sejak hari ke dua lebaran.

“Kami sudah mulai jualan ketupat ini sejak hari kedua lebaran, yang saya jual ini dari janur saya sendiri. Kalau yang buat ketupat ini ya dibantu istri dan anak saya di rumah,” kata Samidi yang menjual kantong janur ketupat di PBT.

Samidi mengaku menjual kantong janur ketupatnya dengan harga 11.000 rupiah setiap setali. Untuk setiap setali ketupat, berisi sepuluh kantong janur ketupat. “Setali ini harganya sebelas ribu, isinya sepuluh mas,” ucap Samidi.

Ditanya tentang omset penjualannya, Samidi tidak menjawab jelas. Dengan malu – malu Samidi hanya mengatakan, “Lumayan lah, kalau tahun tahu bisa sampai dapat uang lebih dari sejuta, nggak tahu nanti (tahun) ini dapat berapa. Saya jual harga segitu (11.000) itu kalau eceran, tapi kalau dikulak (grosir), ya beda dikitlah harganya,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan wartawan media ini, penjual ketupat di PBT menyebar di sejumlah titik dalam PBT. Mulai dari depan gerbang utama, hingga di pintu belakang PBT. Dari sekian banyak pedagang tersebut, mereka datang dari sejumlah daerah yang berbeda dan harga yang ditawarkannya pun variatif. Mulai 11.000 rupiah hingga 15.000 rupiah setali. (im)