Sepatu Bekas Antarkan Jadi Juara

924

Heni Tinawatikabartuban.com – Bermodal sepatu roda bekas, seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Heni Tinawati (12) mampu memborong piala juara. Sepatu roda bekas yang dibelikan orang tuanya seharga Rp. 5.500.000,- tersebut telah mengantarkannya sebagai atlet balap sepatu roda dengan segudang prestasi.

Anak pertama pasangan suami istri Kasmilan (35) dan Suparti (33), Asal Warga Desa Kembangbilo, Kecamatan (kota) Tuban, Kabupaten Tuban  ini dikalangan klubnya memiliki bakat yang sangat membanggakan. Bahkan,  beberapa kali Heni yang kini baru duduk di bangku kelas satu di SMP 7 Tuban ini sudah mendapat beberapa piala juara.

“Pertama kali juara 3 kelas 1000 meter, piala Bupati Malang kub III, yang kedua Piala Koni Walikota Surabaya juara 3 kelas 1000 meter, ke 3 Porkap Tuban Juara 1, di tahun 2014 lalu. Kemudian untuk yang ke empat alhamdulilah juara 2 speed 5000 dan speed 1000 meter,” ingat Kasmilan Ayah Heni, saat ditemui kabartuban.com, Selasa (21/04/2015)

Kasmilan juga menyampaikan bahwa bakat anaknya itu bermula saat Heni masih duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar (SD). Saat itu, setiap liburan sekolah Heni diajak jalan – jalan oleh orangtuanya di tempat bermain yang salah satunya terdapat rental sepatu roda.

“Setiap bermain, anak saya kepincut dan minta direntalkan sepatu roda. Berawal dari itu, terus minta diagendakan seminggu sekali pergi rental sepatu roda. Saya dan ibunya terus kepikiran untuk membelikan sepatu roda sendiri. Akhirnya punya uang tabungan, terus saya belikan sepatu roda sendiri. Pertama saya belikan sepatu setandart dengan harga 600 ribu,”cerita Kasmilan.

Setelah punya sepatu roda sendiri, Heni pun terlihat rajin bermain sepatu roda. Bahkan untuk menyalurkan hobinya Heni, ayahnya pun berpikir untuk melirik klub yang ada di Tuban. Sehingga ayah Heni menemukan Klub sepatu roda bernama Tuban Profosional (Tepro). Tujuan Heni diikutkan Klub, agar mampu bermain dengan baik.

“Setelah perkembangan anak saya di klub selama tiga bulan terus membaik, sehingga saya dan ibunya terus berkonsultasi oleh pelatihnya dan kemudian berniat untuk belikan sepatu roda yang lebih bagus. Berkat masukan dari klubnya, sehingga saya terpaksa menggadaikan BPKB Motor saya untuk membelikan sepatu roda model speed untuk kelas profesional bekas dengan harga Rp. 5.500.000. Kalau beli baru sepatu roda jenis itu harga plus perlengkapannya sekitar Rp. 10. Jutaan,” kenang Kasmilan.

Sementara itu, saat ini Heni Tinawati, bersama teman teman seklub-nya mulai fokus menyiapkan lomba antar klub sepatu roda se-Jawa Timur yang rencananya akan digelar pada tanggal 22-23 bulan Mei mendatang.

“Setelah lomba antar klub, kemudian akan dilanjutkan seleksi dan diambil terbaik untuk mewakili Jatim. Seleksi itu rencanya akan berlangsung bulan Agustus, di Semanor Sidoarjo,” jelas Pardi, selaku pelatih Heni di klub Tepro. (af/im)