Singkronkan Cara Mendidik Anak, 11.000 Wali Murid Ikuti Parenting PIKMI

505

Pikmikabartuban.com – Kini giliran wali murid, setelah pusat Ilmu Komputer dan Manajemen Indonesia (PIKMI) Surabaya memberikan pelatihan bagi siswa dan guru. Seribu lebih wali murid mengikuti parenting yang laksanakan di Gedung Graha Sandiya milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Merakurak Tuban

Para wali murid yang diberikan pemahaman akan pentingnya kesamaan langkah antara  orang tua sebagai guru di rumah dan dan guru yang memberikan pelajaran di sekolah. Dengan kesamaan ini diharapkan keberhasilan membentuk siswa berkarakter bisa maksimal hasilnya.
Hal ini seperti yang disampikan oleh Direktur (PIKMI) Herawan Rusmanhadi, Selasa (19/11) disela-sela kegiatan kegiatan parenting untuk wali murid yang tersebar dari empat kecamatan, yakni Kecamatan Kerek, Merakurak, Jenu, dan Kecamatan Montong di Kabupaten Tuban.
”Kali ini baru diempat kecamatan tersebut yang wali muridnya kita berikan parenting, harapan kami nantinya ada out put selain agar anak didik kami yang kita latih benar-benar berkarakter” Herawan Rusmanhadi
Lebih lanjut diterangkan, kalau kegiatan ini untuk memberikan kesadaran kepada para wali murid, bahwa pentingnya mendidik karakter anak. Karakter anak ini tidak hanya menjadi tugas pihak sekolahan. Namun, peran orang tua juga sangat menentukan. Sehingga, para orang tua murid sangat penting untuk diberikan pengetahuan pembentukan karakter anak.
”Maka kerja sama yang baik antara pihak sekolahan dengan orang tua perlu untuk dilakukan,” Lanjut Direktur PIKMI ini.
Herawan Rusmanhadi juga mengungkapkan, singkronisasi antara pihak sekolahan dengan wali murid ini perlu untuk dilakukan. Sehingga, jika keduanya telah singkron maka tujuan pembentukan karakter anak akan lebih mudah dilakukan. Contohnya, jajanan apa yang boleh dikosumsi dan tidak boleh dikosumsi oleh siswa di sekolah. Hal ini bisa terwujud jika ada kesepakatan antara orang tua dengan pihak sekolah.
”Jadi, wali murid itu sangat perlu untuk diajak diskusi oleh pihak sekolah. Jika komunikasi sekolah dengan orang tua berjalan lancar, pembentukan karakter anak lebih enak. Karena karakter anak itu tidak mutlak tanggung jawab sekolah,” pungkas Herawan Rusmanhadi. (kh)