kabartuban.com – Jembatan penghubung antar Desa Parangbatu dengan Desa Wukirharjo, Kecamatan Parengan, sampai saat ini belum juga tertangani, bahkan terkesan dibiarkan.
Diketahui, jembatan yang terputus kurang lebih selama 3 bulan yang lalu ini, kondisinya masih seperti pada saat terputus, bahkan warga yang melintasi pada jalan darurat yang dibuat untuk akses lintasan dari matrial pedel itu mengeluh, karena menimbulkan debu.
Salah satu warga Desa Margomulyo, Lukman Hakim saat melintas mengatakan, sampai saat ini jalan utama menuju ke Kantor Kecamatan ini masih belum ada respon perbaikan. Bahkan belum ada tanda-tanda perbaikan lantaran belum ada material yang datang.
“Belum ada perbaikan sama sekali, hanya diberi tanda agar pengendara bisa melintasi jalan darurat,” kata Lukman kepada Kabartuban.com, Selasa (25/9/2018) .
Diketahui, putusnya jembatan penghubung desa sekaligus Kecamatan Parengan dan Montong tersebut mengakibatkan akses warga setempat terhambat. Bahkan, memicu kecelakaan juga hingga korbanya meninggal dunia.
Sementara, Kepala UPTD Pekerjaan Umum (PU) Kecamatan Parengan Budi, mengatakan perbaikan jembatan tersebut belum bisa di pastikan, namun dimungkinkan sebelum musim hujan pengerjaan sudah selesai.
“Belum ada kabar pasti masih tahap perencanaan,” terang Budi saat dikonfirmasi.
Sebatas diketahui jembatan dengan panjang sekitar 4,5 meter dan lebar sekitar 4 meter yang terletak di Desa Parangbatu ini , putus sekitar bulan Juli 2018, jembatan ini menjadi akses satu-satunya untuk ke desa tetangga. (Dur/Rul)
