kabartuban.com – Tradisi unik dilakukan warga Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban dalam merayakan Riyoyo Kupat (lebaran ketupat). Mereka Kungkum bareng (mandi bersama-sama) di pantai yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka (2/7/2017).
Sebagia besar warga setempat, mulai dari anak kecil hingga dewasa terlihat menuju pantai secara bersama-sama. Setelah sebelumnya melakukan syukuran dan menyantap ketupat yang mereka bawa ke masjid yang tak jauh dari pantai.
“Kami habis tasyakuran dan makan ketupat lebaran bersama-sama di desa. Setelah itu saya bersama keponakan anak dan cucu langsung kungkum bareng ke pantai,” kata Adam (56) salah satu warga setempat kepada Kabartuban.com.
Menurut Adam,tradisi ini mereka lakukan setiap satu tahun sekali. Dilakukan setelah mengunjungi dan bersilaturahmi pada sanak famili untuk bermaaf-maafan. Satu minggu setelah sholat Ied, kemudian kembali merayakan lebaran ketupat atau pada saat tanggal 7 Syawal.
“Setelah itu kita mandi bersama dilaut, semua keluarga diajak,” terangnya.
Adam sendiri mengaku tidak tahu sejak kapan tradisi ini dilakukan. Yang dia tahu, sejak kecil diajak orang tua untuk menguri-uri tradisi nenek moyang mereka, bahkan dulu kalau masyarakat yang mempunyai hewan ternak juga diikutkan mandi bersama di pinggiran pantai.
“Kata orang tua, supaya dosa kita juga ikut melebur bersama air dilaut,” tambahnya.
Hal senada juga di katakan Sumini (60), tradisi ini dilakukan oleh masyarakat yang berdekatan dengan Makam Syekh Ibrahim Asmoroqondi (Ayah Sunan Ampel) saja yang melakukan budaya ini.
“Yang kungkum kaya gini, ya cuma sekitar makam mbah wali ( Syekh Ibrahim Asmoroqondi.red) mas,” sambungnya.
Selain itu ada beberapa kepercayaan yang tumbuh di tengah masyarakat sekitar. Konon tradisi yang dilakukan dekat dengan makam Syech Asmoroqondi ini bisa mengobati beberapa penyakit. Seperti rematik, encok, linu, dan beberapa penyakit kulit lain.(Dur)
