Tuban, Populerkan Henna Lewat Komunitas Artist Henna Tuban

kabartuban.com – Belakangan ini, Henna populer di beberapa negara dunia, khususnya di Asia. Di Tuban sendiri, Komunitas Artist Henna Tuban (KAHT) yang didirikan oleh Nadya Ba’agil mulai dikenal.

Komunitas yang dinaungi oleh Jawa Timur Henna Artist (JTHARTS) ini sudah berdiri kurang lebih 8 bulan yang lalu. Komunitas ini juga sudah memiliki 18 anggota yang berkeahlian dalam menghias tubuh terutama tangan.

“KAHT ini sudah saya dirikan sejak 8 bulan yang lalu, saya belum tahu tepat tanggal berapa. Dan komunitas ini sudah memiliki 18 anggota” ujar Nadya Ba’agil selaku pendiri Komunitas Artist Henna Tuban, saat ditemui kabartuban.com pada saat event gathering.

Komunitas yang beranggotakan 18 orang ini terdiri dari beberapa daerah di wilayah Tuban, seperti, Bulu, Bancar, Bangilan, Tambakboyo, Palang, Mondokan dan masih banyak lagi. Anggota dari komunitas ini juga sudah memiliki keahlian dalam melukis menggunakan henna sebelum masuk KAHT.

“Kalau anggota yang masuk biasanya sudah memiliki keterampilan henna baru ikut komunitas. Kalau henna ini tidak ada yang kursus, semua otodidak,” paparnya.

Komunitas ini juga sering melakukan gathering  kurang lebih setiap satu bulan sekali. Tidak hanya sekedar berkumpul saja, tetapi komunitas ini juga bersedia “menghenna” orang yang datang pada saat event gathering tersebut. Hanya dengan patokkan minimal 15 ribu per sisi tangan, setiap orang yang datang sudah mendapatkan hasil yang maksimal.

“Kalau untuk gathering minimal 15 ribu itu motif simple. Semakin rumit, semakin banyak dan semakin full ditangan semakin mahal harganya,” kata Nadya.

Masih sambung Nadya, untuk masalah tarif diusahakan tidak saling menjatuhkan. Karena ada juga yang mau pakai henna dari luar kota yang harganya berkisar 500 ribu. Tetapi, di KAHT hanya dengan harga 50 ribu sampai 150 ribu saja sudah mendapatkan hasil yang memuaskan.

Tidak hanya ingin eksis di dunia Komunitas, beberapa anggota  juga sudah beberapa kali mendapatkan penghargaan. Salah satunya saat event yang diselenggarakan di Semarang dan dihadiri oleh Henna Artist se Indonesia tersebut.

“Kemarin Henna Festival terbesar se Indonesia itu saya, dan dua teman saya yang mendapatkan juara,” katanya.

Tujuan didirikannya Komunitas ini adalah untuk meyakinkan customer bahwa KAHT menggunakan bahan yang alami dan aman sehingga tidak menyebabkan kulit iritasi ataupun panas. Selain itu, KAHT juga ingin mengenalkan kepada masyarakat Tuban bahwa di Tuban juga ada Henna Artist yang tidak kalah dari segi kwalitas dengan Henna Artist luar kota.

“Saya mendirikan KAHT ini karena di Tuban orang pakai jasa henna dari luar kota, sedangkan dari Tuban sendiri banyak yang sama kwalitasnya, dan profesional juga,” tutupnya.(dil/ning)

Populer Minggu Ini

Puluhan Petani di Merkawang Keluhkan Debu Klinker, PT SBI Sebut Faktor Angin dan Cuaca Kering

kabartuban.com – Puluhan petani di Desa Merkawang, Kecamatan Tambakboyo,...

60 Ribu Pemuda Tuban Jadi Perokok Aktif, Mayoritas Hisap Rokok Setiap Hari

kabartuban.com - Asap rokok masih menjadi pemandangan yang akrab...

Pemkab Tuban Raih WTP Ke-11 Berturut-turut

kabartuban.com - Di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan...

DPRD Tuban Bongkar Dugaan Pelanggaran Ahsana, Warga Tagih Fasum hingga Sertifikat

kabartuban.com - Polemik perumahan Ahsana 2 di Kabupaten Tuban...

Asap Putih Selimuti Desa Selogabus, Aktivitas PT NESR Tuai Keluhan Warga

kabartuban.com - Kepulan asap putih disertai bau menyengat yang...

Artikel Terkait