Warga Mondokan dan Waskita Sepakati Perbaikan Dampak Pembangunan Sekolah Rakyat

kabartuban.com – Persoalan yang muncul di tengah pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, mulai menemukan jalan keluar. Sejumlah keluhan warga yang sebelumnya sempat memicu keresahan kini berujung pada kesepakatan perbaikan.

Namun, bagi warga, kesepakatan bukanlah akhir. Mereka memilih tetap mengawal proses penyelesaian di lapangan agar janji perbaikan tidak berhenti sebatas hasil rapat.

Hal itu mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPRD Tuban yang mempertemukan warga dengan PT Waskita Karya selaku pelaksana proyek, Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP), serta pihak Kelurahan Mondokan.

Perwakilan warga RT 04/RW 06, Ahmad Budiono, mengatakan pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat selama pembangunan berlangsung.

Menurutnya, respons dari pihak pelaksana proyek dan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam RDP cukup terbuka sehingga sejumlah persoalan dapat menemukan titik penyelesaian.

“Alhamdulillah, beberapa hal yang selama ini dikeluhkan warga telah menghasilkan kesepakatan. Pihak PT Waskita dan dinas terkait bersikap kooperatif dalam mendengarkan aspirasi kami,” ujar Ahmad.

Salah satu persoalan yang paling dekat dengan kehidupan warga adalah saluran air atau parit yang berada di antara pagar kawasan SR dan rumah penduduk.

Saluran tersebut kini mulai dikerjakan. Perbaikan drainase dinilai penting untuk memastikan aliran air tetap berjalan dan tidak menimbulkan persoalan baru bagi permukiman di sekitar proyek, terutama ketika hujan.

Warga pun berencana memantau pengerjaan tersebut untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai hasil kesepakatan.
Selain drainase, keberadaan gapura warga yang terdampak pembangunan juga menjadi perhatian. Pihak pelaksana menyepakati pembangunan kembali gapura tersebut dengan desain baru yang disesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan lahan di lokasi.

Keluhan lain berkaitan dengan dampak pembongkaran pagar sementara kawasan proyek. Persoalan tersebut juga masuk dalam pembahasan dan pihak pelaksana menyatakan akan menindaklanjutinya sesuai hasil kesepakatan.

Meski demikian, tidak seluruh persoalan bisa diselesaikan dalam waktu bersamaan. Beberapa di antaranya membutuhkan koordinasi dengan instansi teknis, termasuk persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan anggaran.

“Untuk beberapa keluhan warga memang menjadi kewenangan dan tanggung jawab dinas terkait, sehingga membutuhkan pembahasan khusus sesuai dengan anggaran yang tersedia,” jelas Ahmad.

Bagi warga, kondisi tersebut dapat dipahami. Namun, mereka berharap setiap persoalan tetap memiliki kejelasan tindak lanjut dan tidak kembali berlarut-larut.

Koordinator Wilayah PT Waskita Karya Tuban, Agus Saputra, mengatakan pihaknya menerima masukan warga sebagai bahan evaluasi selama pelaksanaan proyek.

Ia menegaskan perusahaan berkomitmen melakukan sejumlah perbaikan teknis untuk mengurangi dampak pembangunan terhadap masyarakat sekitar.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan sesuai dengan aspirasi warga. Komitmen ini sudah mulai kami tunjukkan di lapangan, seperti penataan dan kerapian kabel hingga percepatan pengerjaan saluran drainase,” terang Agus.

Menurut Agus, langkah perbaikan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan warga dalam RDP.

Ketua Komisi I DPRD Tuban, Suratmin, memastikan pihaknya akan ikut mengawal pelaksanaan hasil kesepakatan antara warga dan pelaksana proyek.

“Alhamdulillah pihak Waskita Karya ini merespons positif semua keluhan warga dan insyaallah akan segera ditindaklanjuti,” tegas Suratmin.

Sementara untuk permintaan warga terkait sambungan drainase menuju saluran pembuangan utama, pembahasannya akan dilakukan lebih lanjut secara teknis bersama OPD yang memiliki kewenangan.

Suratmin menegaskan Komisi I DPRD Tuban akan mengawal agar poin-poin yang telah disepakati tidak sekadar menjadi catatan hasil RDP, tetapi benar-benar diwujudkan di lapangan.

Bagi warga Mondokan, persoalan pembangunan SR kini memasuki babak baru. Setelah keluhan disampaikan dan kesepakatan dibuat, pekerjaan berikutnya adalah memastikan setiap janji benar-benar terealisasi.

“Kami akan tetap mengawal progres yang telah disepakati bersama. Harapannya keluhan serupa tidak timbul lagi di kemudian hari, sekaligus dapat meningkatkan pola komunikasi dan sosialisasi bila ada hal-hal yang berkaitan langsung dengan warga,” pungkas Ahmad. (fah)

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya