Tugur, Non Aktif Unirow Tidak Pengaruh Pada Mahasiswa

409
tugurunirow
Rektor Unirow, Hadi Tugur saat jumpa pers

kabartuban.com – Rektor Unirow kembali menyatakan bahwa status non aktif Perguruan Tinggi yang dipimpinnya tersebut tidak akan berpengaruh apa pun terhadap mahasiswa, dan dalam hitungan waktu kurang dari satu bulan, Unirow akan kembali aktif karena telah melengkapi segala persyaratan yang diwajibkan.

“Dampaknya tidak ada pada mahasiswa. Misalnya perkuliahan, ijazah, dan wisuda, tidak ada. Dampaknya adalah sertifikasi ditunda, usulan hibah ditunda, itu saja. Jadi tidak ada pengaruhnya dengan nasib mahasiswa,” kata Tugur.

Dalam jumpa Pers sore ini, Hadi Tugur selaku Rektor Unirow menyatakan bahwa di dalam tubuh Unirow tidak ada persoalan yang terlalu serius, hanya pada beberapa masalah adminitsratif yang pada saat sidak tidak bisa dilengkapi. Namun demikian, tidak kurang dari 24 jam, pihak rektorat telah melengkapi segala persyaratan yang diminta. Hal inilah yang menjadi dasar bahwa Rektor berani menjamin dalam hitungan kurang satu bulan, Unirow akan aktif dan kembali stabil. “Kita sudah melengkapi sehari setelahnya, dan sekarang timnya masih keliling. Paling tidak habis lebaran selesai,” imbuhnya.

“Semua sudah kita lengkapi keesokan harinya. Dasar persoalan ini adalah karena tidak sebanding rasio antara jumlah mahasiswa dan dosen. Kita juga sudah melakukan langkah strategis dengan pengurangan jumlah mahasiswa (yang masuk) dan menambah dosen,” tutur Hadi Tugur kepada sejumlah rekan media. Selasa (7/7/2015)

Menurutnya, pada kondisi terburuk jika tidak bisa melengkapi semua persyaratan hingga 31 Januari 2016, maka yang ditutup pun itu hanya Prodi tertentu, bukan Universitas secara keseluruhan. Karena persyaratan adalah pada setiap Prodi. Seperti halnya ijin penyelenggaraan dan akreditasi, itu setiap prodi. Dan untuk semua Prodi Unirow sudah terakreditasi.

Dalam kesempatan tersebut, Hadi Tugur didampingi sejumlah pimpinan Unirow juga menyampaikan bahwa hal ini menjadi pemicu pihaknya untuk berbenah diri. “Dengan ini kita berbenah diri, peningkatan mutu, kwalitas, dan apalagi mengingat persaingan di bidang Perguruan Tinggi yang saat ini cukup ketat,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi telah menonaktifkan 235 perguruan tinggi di Indonesia karena tidak memenuhi kualifikasi dengan baik seperti terlalu banyak memiliki prodi yang tidak sesuai standar, rasionya tidak sesuai antara dosen dan mahasiwa, tidak memiliki fasilitas dan juga karena sedang konflik.

Dari 235 PT yang dinonaktifkan tersebut termasuk Unirow Tuban, konsekwensinya Unirow mereka tidak akan mendapatkan bantuan dana hibah. Dosen perguruan tinggi itu pun tidak akan mendapatkan dana riset. Bila ada dosen yang mencari beasiswa pun tidak akan dikasih dan ijazah yang mereka keluarkan, akibatnya ilegal. (im)