kabartuban.com- Sejumlah warga dan pemuda Desa Ring 1 PT Holcim Indonesia, pabrik Tuban, berunjukrasa di akses masuk menuju pabrik Holcim di Desa Sawir, Keamatan Tambakboyo Kabupaten Tuban (26/01).
Aksi demo yang melibatkan puluhan orang itu dipicu ditidak adanya kepedulian perusahaan terhadap warga sekitar. Bahkan tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) tahun 2016 dinilai tak berjalan dengan baik.
“Ada beberapa tuntutan kami, selain program-program CSR, juga tenaga kerja,” kata Amir Rahman (26/01).
Dijelaskan Amir, terkait dengan tenaga kerja, perusahaan dinilai telah mengingkari komitmen, dimana keterlibatan 75 persen tenaga local dan sisanya 25 persen dari luar kenyataan dilapangan banyak terbalik dari komitmen sebelum pabrik semen ini berdiri.
“Komitmen 75 persen warga lokal sudah dilanggar, kenyataan orang lokal hanya sedikit,” terang Amir.
Para pemuda dan warga yang melakukan aksi berorasi menggunakan pengeras suara, meminta ditemukan dengan GM PT Holcim Indonesia Tbk untuk menyampaikan tuntutan yang jumlahnya ada tujuh tuntutan.
Karena lama para pengunjukrasa ini tidak ditemui oleh pihak Holcim, mereka memilih bertahan dan megancam akan melakukan langkah lanjutan aksi mereka jika tidak ada respon dari managemen Holcim.
“Kita tunggu satu jam, jika belum ada respon kita lakukan aksi lanjutan,” ancama Amir.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaa terkait aksi warga ini. (Luk)
