Warsidi Raup Jutaan Rupiah Dari Budidaya Semut Rangrang

1285

Budidaya Semut Rangrang Milik Warsidi_1kabartuban.com – Budidaya yang satu ini tergolong unik, ditangan seorang pemuda asal Kecamatan Semanding, semut rangrang yang membuat kita risih, mampu menghasilkan uang jutaan rupiah setiap bulannya.

Sekitar satu setengah tahun, Warsidi (29) warga Desa Ndrudi Kecamatan Semanding, mengeluti usaha budidaya semut rangrang, dari ternak semut rangrang sebut, akan menghasilkan kroto atau larva telur semut, yang biasa digunakan masyarakat sebagai pakan burung kicau.

Ida budidaya tersebut bermula dari rasa keprihatinannya dengan semakin berkurangnya kroto dialam bebas yang kian memperihatinkan, sedangkan permintaan dimasyarakat pecinta burung cukup tinggi.

“Awalnya saya browsing diinternet, tentang bagaimana caranya budidaya semut, dan, akhirnya saya kembangkan sendiri” terang Warsidi saat ditemui awak media ditempat ternaknya. Jum’at (17/10/14).

Modal awal dari budidaya ternak inipun tergolong sedikit, hanya bermodalkan Rp. 400.000,- untuk digunakannya membeli besi, yang kemudian dirangkai menjadi tempat ternak, sedangkan tempat rangrang, mengunakan botol bekas air mineral.

“Untuk semut rangrangnya saya cari sendiri, di tegalan atau sawah disekitar desa sini saja, semut rangrang yang saya dapat dari sawah, saya kumpulkan jadi satu” ujarnya

Lebih lanjut Warsidi mengungkapkan, sebelum semut rangrang tersebut berkembang biak dan menghasilkan kroto, mereka akan membuat sarang dari semacam benang sutra yang mereka hasilkan sendiri.

“Budidaya semut rangrang ini bisa dikata tidak terlalu ribet,  mudah, simpel, pokoknya semut rangrang harus dijauhkan dari hewan pengganggu, seperti toket, ayam, katak, serta tikus, untuk makanan saya kasih ulat kandang, sdan air gula yang cukup”

Sementara untuk tetap menjaga agar semut tidak keluar dari kandang ternak tersebut “Setiap kaki meja saya kasih mangkuk beriisi air, agar tidak keluar dari area”

Warsidi menambahkan masa panen dapat dia lakukan antara 15 sampai 20 hari sekali

“Setiap saya panen bisa mencapai 6 sampai 8 kilogram kroto, harga sendiri perkilonya sekitar Rp.150.000,- rata-rata perbulan saya bisa mendapatkan Rp.1.800.000,- dari hasil jualan kroto” pungkasnya. (Pul)