Wartawan Tuban Beri Pelatihan Jurnalistik Gratis di Hari Pers

376

IMG-20140209-03691kabartuban – Memperingati Hari Pers Nasional, Komunitas Wartawan yang tergabung dalam Ronggolawe Press Solidarity (RPS) Tuban, memberikan pelatihan jurnalistik kepada pelajar dan mahasiswa se-Kabupaten Tuban secara gratis.

Kegiatan yang bertajuk “Sekolah Jurnalistik” itu diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menulis pelajar dan mahasiswa, serta mendorong tumbuhnya media komunitas di internal masing-masing sekolah maupun kampus.

“Tugas wartawan tidak hanya menulis berita dan menyampaikan informasi, tapi juga mendidik generasi muda,” kata Ketua RPS Tuban, Khoirul Huda, kepada detikcom, saat pelaksanaan Sekolah Jurnalistik di SMAN 3 Tuban, Minggu (9/2/2014).

“Di sini (SMAN 3 Tuban) adalah sekolah ketiga yang kita datangi. Sebelumnya SMAN 1 Tuban dan SMAN 2 Tuban, pada 25 Januari dan 1 Februari,” lanjutnya.

Menurut Huda, kegiatan yang digagas para wartawan ini akan diselenggarakan dengan cara keliling ke sekolah-sekolah dan kampus yang tersebar di seluruh Kabupaten Tuban. “Ada 29 sekolah, terdiri dari SMA, SMK, atau MA, dan 3 kampus,” jelasnya.

“Pembukaan kita lakukan di SMAN 1 Tuban, pada Sabtu 25 Januari lalu. Kita akan terus keliling dan diperkirakan akhir 2014 baru tuntas. Penjadwalan kita sesuaikan kalender pendidikan dan kegiatan internal sekolah,” terangnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan Sekolah Jurnalistik tersebut wartawan tidak meminta biaya sepeser pun dari siswa maupun pihak sekolah. Bahkan konsumsi makan siang peserta dan kebersihan ruangan tempat pelatihan menjadi tanggung jawab wartawan.

Pihak sekolah hanya diminta bantuan menyediakan sebuah ruangan lengkap dengan perlengkapan untuk pelatihan, seperti pengeras suara, LCD, proyektor, papan, dan meja-kursi. Penentuan peserta juga diserahkan kepada pihak sekolah, dengan batasan maksimal 30 orang.

“Ini berkat kerjasama dengan PT Semen Indonesia, Dinas Pendidikan, dan Kemenag Tuban. Sebenarnya banyak yang mau ikut. Tapi harus kita batasi maksimal 30 peserta per lokasi biar penyampaian materi efektif,” ungkapnya.

Selama mengikuti Sekolah Jurnalistik, peserta diberi sejumlah materi. Diantaranya dasar-dasar Jurnalistik, teknik reportase dan wawancara, teknik menulis berita, serta praktik menulis berita. Pemateri langsung dari sejumlah wartawan media nasional dan regional yang bertugas di wilayah Kabupaten Tuban.

“Selain berbagi ilmu, dengan menjadi pemateri akan mengasah pengetahuan dan kemampuan teman-teman dalam menjalani profesi sebagai wartawan,” pungkas pria yang juga wartawan media cetak tersebut.

Kegiatan Sekolah Jurnalistik yang diberikan para wartawan Tuban mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah. Pasalnya siswa memang sangat membutuhkan pelatihan sebagai bekal mengelola media internal sekolah.

“Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini (Sekolah Jurnalistik). Saya mewakili sekolah mengucapkan terima kasih karena diberikan secara gratis” kata Pembina Jurnalistik SMAN 3 Tuban, M Choirul Rofik, kepada detikcom.

“Anak-anak (siswa) kami membutuhkan materi kejurnalistikan, karena juga sering ikut lomba-lomba menulis yang diselenggarakan di luar kota,” jelasnya.

“Harapan saya, mudah-mudahan dapat mencetak jurnalis baru yang handal dari sekolah ini (SMAN 3 Tuban).” (im)