Keberadaan Semen Gresik Di Tuban Belum Mampu Sejahterakan Warga Sekitar

foto : tempo.co

kabartuban.com –  Dikatakan oleh Sudi, Kaur Kesra desa Sumber Arum, Gak ada ceritanya masyarakat di sini sejahtera dengan adanya PTSG, yang ada malah resah karena dampak lingkungan,dan ketidakberpihakkan pada kesejahteraan masyarakat”

Kamis (19/4), Faf Adi Syamsul menyatakan bahwa sejak keberadaan PT. Semen Gresik di Kabupaten Tuban khususnya di Kecamatan Kerek sangat memberikan dampak yang positif bagi warga sekitar. Faf mengatakan, “Anda bisa melihat dulu sebelum adanya Pabrik Semen Gresik di Tuban keadaan masyarakat bagaimana, dan sejak adanya PT. Semen Gresik di Tuban sekarang kondisi masyarakat bagaimana”.

Dalam satu kesempatan acara pengajian di Kecamatan Kerek, Bupati Tuban Fathul Huda pernah menyampaikan bahwa menurut data BPS, Kecamatan Kerek masih termiskin kedua setelah Kecamatan Grabagan. Dalam kesempatan itu Bupati Fathul Huda mempertanyakan CSR Semen Gresik yang dinilai belum dilaksanakan dengan baik.

Menyikapi hal ini Faf mengatakan ,“Pak Huda itu “ngawur”, gak benar itu mas”. Lebih lanjut Faf menjelaskan, “Data BPS yang dipakai itu kan hasil dari anak – anak ITS. Itu tidak bisa dipertanggungjawabkan, karena untuk mengatakan termiskin hanya menjadikan 2 desa sebagai tolak ukur. Yaitu desa Gemulung dan desa Trantang, itu tidak bisa dijadikan tolak ukur. Hanya 2 desa itu yang masih memperihatinkan, tapi desa – desa yang lain sejak adanya PTSG sudah mengalami kemajuan yang pesat. CSR PTSG sudah diberlakukan dengan baik dan tepat. Seperti pembangunan infrastruktur desa, dana pendidikan, dan pemberdayaan UKM.

Faf juga mengatakan, “Apalagi kita mas, polisi saja takut masuk desa tersebut”. Meskipun mengakui desa itu masih memperihatinkan, Faf mengatakan bahwa pihaknya sekarang sedang menyusun program untuk membantu kedua desa tersebut.

Beda dengan Faf, Camat Kerek Bapak Rohman Ubaid (Rohman) juga angkat bicara. Ketika dihubungi kabartuban.com melalui ponsel, Rohman mengatakan “Kalau pak Faf menga akan begitu, pada kenyataannya kondisi desa tertinggal di sini masih banyak. Dari 17 desa, 12 desa masih perlu perhatian khusus”. Lebih lanjut Rohman mengatakan bahwa belum ada perubahan yang signifikan dari CSR Semen Gresik untuk masyarakat Kerek. “Selama ini yang terlihat jelas hanya pinjaman – pinjaman kepada UKM – UKM itu, pinjaman itu dengan menggunakan jaminan, ada bunganya, dan yang mendapatkannya rata – rata juga kelas menengah. Untuk rakyat miskin yang benar – benar kecil belum tersentuh. Kalau hanya pinjaman dengan jaminan dan berbunga, tanpa adanya Semen Gresik pinjam di Bank juga bisa mas”, tuturnya.

Dalam keterangannya, di waktu yang sama Faf mengatakan bahwa dana bergulir pinjaman dari PTSG untuk UKM itu dimaksudkan agar mereka mampu berkembang, dana itu bisa menjadi cambuk untuk keberhasilan mereka. “Lihat saja UKM – UKM Batik di Kerek yang sekarang sudah banyak sukses karena dorongan CSR dari Semen Gresik”, kata Faf.

Mengenai masyarakat yang benar – benar miskin dan tidak memiliki agunan, Faf menjelaskan bahwa pihaknya memberikan bantuan 1 s.d 3 juta kepada mereka. Tapi kebijakan itu hanya diperuntukan warga ring 1 bukan yang lain. Untuk di luar ring 1 harus menggunakan jaminan. Pernyataan ini ternyata juga dibantah oleh Camat Kerek dengan mengatakan bahwa dirinya sampai hari ini belum ada bukti kalau ada pemberlakuan kebijakan itu di sini.

Hal senada juga disampaikan oleh Sudi. Sudi selaku Kaur Kesra desa Sumber Arum juga mengatakan. Dana 1 s.d 3 juta itu tidak ada sekarang mas. Kalau dulu memang ada, tapi dulu sekali entah sekitar tahun 2000 berapa. Tapi itu pun tidak lama. Hanya sebentar dan sedikit.

Lebih lanjut Pak Camat menyampaikan bahwa dirinya sudah menyampaikan kondisi yang sebenarnya kepada pihak PTSG, dan meminta pelaksanaan CSR lebih kongkrit. Namun sampai hari ini kita masih dijanjikan. Belum ada respon yang kongkrit dan perubahan yang signifikan, ungkap Camat.

Rohman Ubaid selaku camat Kerek berharap adanya kejelasan dana CSR untuk Tuban khusunya wilayah sekitar pabrik. Sampai hari ini tidak pernah ada kejelasan berapa anggaran itu. “Dana CSR seharusnya diprioritaskan untuk masyarakat Tuban, khususnya wilayah sekitar pabrik”, tandasnya.

Rohman menyampaikan, setidaknya ada 3 hal yang harus diperhatikan bersama jika PTSG benar – benar melaksanakan CSR dengan baik. (1)Pendidikan swasta, MI dan MTs yang masih kurang perhatian, (2) Kesehatan masyarakat menyangkut sarana dan prasarana, (3). Kemakmuran dan kemitraan khususnya untuk masyarakat petani dengan membantu bibit dan pupuk untuk mereka.

Hal tersebut sebenarnya juga sudah pernah disampaikan kepada pihak PTSG pada rapat di pendopo beberapa waktu yang lalu. Tapi pihak PTSG hanya baru menyampaikan wacana konsep, tegasnya.

Sudi, Kaur Kesra desa Sumber Arum itu juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap PTSG. “Masa’ dengan adanya 4 pabrik PTSG di desa ini, warga desa Sumber Arum tidak mendapat perhatian yang lebih. “Jangankan CSR mas, pemuda – pemuda di sini hanya menjadi pekerja kasar, kalau tidak ya cukup sebagai pekerja outsourcing”.” Gak ada ceritanya masyarakat di sini sejahtera dengan adanya PTSG, yang ada malah resah karena dampak lingkungan, dan ketidakberpihakan pada kesejahteraan masyarakat”. Celetuk Sudi. Sudi juga menambahkan bahwa yang menikmati uangnya PTSG hanyalah beberapa gelintir orang saja yang mau berpihak pada PTSG, bukan pada kepentingan masyarakat bersama. (iim)

Show More

Related Articles

16 Comments

  1. Sangat memprihatinkan bagi warga Ring 1 khususnya terhadap dampak lingkungan yang ditinggalkan. Mengenai pinjaman itu, ya sama saja klo harus ada agunan. Yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin.

    Salam,
    warga ring1 desa karanglo

  2. bener apa yang disampaikan bapak camat kerek,jika bicara perubahan, tanpa adanya semen gresik pun kondisi masyarakat tetap aja berubah seiring perubahan jaman. ketho’e terlalu berlebihan atau lebay jika perubahan warga skitar pabrik diklaim karena adanya pabrik,(toh yang ada malah sebaliknya… …….. masyarakat malah merasa didzalimi……..

  3. Saya sepakat bahwa pabrik semen gresik Tuban milik BUMN yang berdiri di desa sumberarum (-+) suda 20 tahun hanya menambah kesengsaraan penduduk sekitar…. Cuman Bupati / Gubernur / Menteri atau Presiden pasti tidak tahu kondisi sebenarnya penduduk sekitar pabrik semen gresik Tuban… karena pejabat semen gresik Tuban menyembunyikan keadaan yang Riil karena takut di LOROT JABATANNYA bahkan di PECAAAT. GITULOOOH

    1. sepakat pak camat, ambil pinjaman pun sulitnya jg minta ampun walau ring 1, hanya yg kenal mreka sja yg mudah wlo mreka bkn ring 1,,

  4. Apabila CSR bener-benar diselewengkan oleh pejabat PT.semen gresik, saya setuju hal tersebut di laporkan saja ke Menteri BUMN agar semua terungkap. pak bupati dan pak camat kerek itu menyampaikan apa adanya kenyataan di lapangan…!!! apalagi sudah di atur Undang-Undang 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) seharusnya PT.semen gresik taat dengan aturan.

  5. bupatine pancen kudu ngono, yen apik diwarah apik, yen olo diwarah olo, bener kuwi. mung sing tak pikar-pikir iku pak camate kog yah ono yah ene ora tau ngurus wargane? lah opo ae? opo perjuangane? camate patut dicek opo mergawene yah ono yah ene

  6. keberadaaa PT SG spt neokolonialisme penjajah bagi warga sekitar, penggelora perbudakan modern dg sistem outchorsing. coba kalo berniat mensejahterakan warga sekitar hapus outchorsing di lingkungan PT SG sebab 98% warga sekitar pabrik cuma pekerja kasar dan outchorsing

  7. PERKEMBANGAN INCOME PERKAPITA DAN PAD TUBAN 10-20 TAHUN TERAKHIR KIRA-KIRA SEPERTI APA YA ? SIAPA YANG BISA MEMBANTU SAYA ? KENAPA MASIH BANYAK RAKYAT MISKIN. APA PEMKAB LEPAS TANGAN DAN DIBEBANKAN KE PERUSAHAAN ?

  8. niat bantu masyarakat tuban kenapa harus pakai jaminan yaw, padahal anak muda yang pengin usaha banyak tapi terkendala jaminan. tolong pengertiane dari pihak semen gresik.

  9. APBD TUBAN : PEMBANGUNAN SARANA IBADAH 30 MILYAR, HEBAT !!!!!!!!
    KENAPA UNTUK PENINGKATAN DAN PENGEMBANGAN GENERASI MUDA SEDIKIT BANGET CUMA 100 JUTA ????????? TERUS BERAPA UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA ? APA DISERAHKAN (PASRAH BONGKO’AN) KEPADA PERUSAHAAN YANG DEKAT DENGAN WILAYAH ITU, WAH MASYARAKAT TUBAN HARUS MENGAWASI DAN MELOTOTI APBD. JANGAN-JANGAN ORANG TUBAN SENDIRI TIDAK TAHU DAN DIKEMBANGKAN ISU OLEH ANTEK-ANTEK PENGUASA KALAU CSR PERUSAHAAN YANG SALAH SASARAN. JANGAN-JANGAN BUPATI INGIN MENGUASAI JUGA DANA CSR PERUSAHAAN ??? SERAKAH BANGET !!!!! KASIHAN WARGA TUBAN !!!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close