Tambakboyo Tuban, Produksi Kue Ramadan Eksis di Tengah Krisis

kabartuban.com – Bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini juga dirasakan oleh para pembuat kue kering produksi rumahan. Meskipun bersamaan dengan adanya wabah Covid-19, para pembuat kue kering tetap merasa beruntung masih mendapatkan pesanan menjelang Hari Raya Idul Fitri ini.

Ditemui di Lokasi Desa Merkawang, Kecamatan Tambakboyo, Tuban,  Susi Eka Rahmawati, salah satu produsen kue kering yang sudah 3 tahun dijalaninya berawal dari inisiatifnya sendiri. Dirinya juga telah berhasil memproduksi susi cake, aneka makanan, kue basah, tart, kue kering dan berbagai macam kue lainnya.

Dua karyawan yang ia pekerjakan, merupakan sanak familinya sendiri. Selain menyalurkan hobi, pembuatan kue kering ini juga mempererat silaruhami serta mendapatkan pundi-pundi rupiah yang dihasilkan dari pembuatan kue keringnya.

“Perlu waktu seharian untuk produksi, kalau lagi full produksi kue bisa sampai sehari semalam dan alhamdulilah setiap hari selalu produksi,” katanya, Jumat (15/05/2020).

Lanjut Susi menjelaskan, meskipun dalam masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, omset usahanya masih mencapai 9 juta rupiah dan pejualan tetap lancar seperti Ramadan tahun lalu.

“Alhamdulillah pemesanan kue kering dalam bulan Ramadan sangat banyak. Untuk kendala penjualannya tidak ada, tapi dalam masa pandemi ini terkendala dalam mendapatkan bahan-bahan kue yang dibutuhkan,” jelasnya.

Susi menambahkan bahwa alasannya tetap berjualan meskipun dalam situasi wabah Covid-19 adalah tanggung jawab, sebagai pelaku usaha agar usahanya tetap berjalan, mengingat dibalik usahanya tersebut juga terdapat karyawan yang harus melangsungkan hidup.

Tidak hanya memproduksi kue kering, Susi yang juga sebagai Ketua Program CSR PT SBI PEKKA Perempuan Berdaya, menjelaskan bahwa ibu-ibu dalam kelompok tersebut sangat terdampak wabah Corona di bulan Ramadan ini.

“Saya menawarkan untuk bergandengan, saya tularkan kemampuan yang saya miliki produksi kue kering dan memproduksi bersama sama, sehingga semua orang tidak hanya mendapatkan rejeki saja, tapi ilmu juga,” jelasnya.

Kepada media ini Susi menceritakan, PEKKA Perempuan Berdaya (Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga), dalam kelompok ini adalah mayoritas janda dan perempuan yang sudah berdaya. Sederhananya kelompok ini kolaborasi antara perempuan berdaya dan janda.

“Jadi kelompok ini tujuan utamanya memberdayakan perempuan, contoh kegiatan salah satunya pelatihan pembuatan kue, dan produksi kue-kue,” tandasnya. (wid/dil)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close