15 Tahun Tak Dinormalisasi, Sungai Avour di Merakurak Jadi Ladang Ilalang, Petani Menjerit

kabartuban.com – Kondisi Sungai Avour yang melintasi Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, dikeluhkan warga. Sudah lebih dari 15 tahun, sungai tersebut tak pernah dinormalisasi, hingga kini dipenuhi ilalang dan lumpur. Akibatnya, banjir saat musim hujan dan kekeringan di musim kemarau kerap melanda lahan pertanian warga.

Pantauan di lokasi pada Senin (7/7/2025), saluran air yang semestinya mengalir tampak tak lagi menyerupai sungai. Ilalang tumbuh subur, menutupi badan sungai, sehingga lebih mirip ladang liar.

Swasto, seorang petani setempat, mengaku kecewa karena lahannya kerap tergenang air saat musim hujan tiba. Sebaliknya, saat kemarau, tidak ada pasokan air sama sekali karena endapan lumpur yang menyumbat aliran sungai.

“Kali Avour ini sudah kayak nggak berguna lagi, Mas. Dari dulu nggak pernah ada normalisasi,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Kepala Desa Sugihan, Zito Warsito. Ia mengungkapkan, normalisasi terakhir kali dilakukan sekitar 15 tahun lalu melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Indonesia (SIG), bukan dari pemerintah daerah.

“Sudah kami usulkan berkali-kali dalam musyawarah perencanaan(Musren) di kecamatan, tapi selalu dilempar jika itu wewenang ke pemprov,” jelas Zito.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PRKP) Kabupaten Tuban, Agung Supriyadi, mengatakan bahwa rehabilitasi Sungai Avour telah masuk dalam penganggaran APBD 2025.

“Anggarannya sekitar Rp700 juta, Mas. Saat ini masih dalam proses lelang, baru kemudian masuk pelaksanaan di lapangan,” ungkap Agung saat dikonfirmasi.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Tuban, Suratmin, mengaku telah berkoordinasi dengan Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR-PRKP Provinsi Jawa Timur. Ia menyebut, normalisasi akan dilakukan di tiga titik di Kecamatan Merakurak dan satu titik di Kali Kening, Kecamatan Bangilan.

“Untuk sungai di Desa Sugihan, coba saya cek dulu titiknya,” ujarnya.

Warga berharap proses normalisasi tak lagi tertunda, mengingat pentingnya fungsi sungai tersebut bagi pertanian dan penghidupan masyarakat setempat. (fah)

Populer Minggu Ini

Antisipasi Mudik Lebaran, Jalan Ring Road Selatan Tuban Ditambal dan Ditutup Sementara

kabartuban.com - Libur Hari Raya Idulfitri tinggal menghitung hari....

Menjelang Arus Mudik Lebaran, Puluhan Sopir Angkutan di Terminal Kambang Putih Tuban Jalani Tes Urine

kabartuban.com - Menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, puluhan...

Truk Trailer Diduga Milik PT TGE Melintas di Jalan Kelas Kecil Tuban, Satlantas dan Dishub Ultimatum

kabartuban.com - Aktivitas truk trailer pengangkut alat berat yang...

Kades Tingkis Kembalikan Rp90 Juta ke Korban, Jaksa Tuntut 1 Tahun Penjara

kabartuban.com - Kasus dugaan penggelapan lahan yang menjerat Kepala...

Mahasiswa Segel Kantor Bupati Tuban, Soroti Mobil Dinas Rp1,2 Miliar hingga Nasib PPPK

kabartuban.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa...

Artikel Terkait