Kabartuban.com- Satu minggu jelang pergantian tahun, sejumlah pedagang trompet dadakan yang sebagian besar dari luar daerah mulai padati seputaran alun-alun Kabupaten Tuban.
Rano (50) pedagang trompet asal Wonosobo, mengaku setiap tahun selalu datang ke Tuban untuk menjual daganganya. Sejak pertamakali berjualan trompet di Tuban sampai sekarang, terhitung sudah hamir 20 tahun ini Rano berjualan trompet.
“Saya sudah hampir 20 tahun dagang trompet setiap tahunya di Tahun, yang saya ingat duluh bupati Tuban masih pak Hindarto,” kata penjual trompet yang saat di temui tengah duduk sambil menunggu daganganya.
Menurut Rano, Jualan trompet tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, dia membawa dua rengkek (sebutan untuk lapak dagangan dadakan) dan membawa serta istrinya untuk ikut berjualan.
“Bawa dua rengkek, satunya istri yang jual, itu tepatnya,” terang Rano ini, sambil menunjuk satu arah.
Lebih lanjut, trompet itu sebagian besar adalah buatan tangan Rano dan istrinya. Berbahan dasar kertas dan plastik warna-warni, Rano dan istrinya juga masih nampak membuat trompet dilokasi berjualan.
“Yang kertas-kertas ini merangkai sendiri, kalau yang bahanya plastic itu trompet pabrikan mas,” terang Rano.
Untuk harga sendiri, satu trompet dihargai Rp5.000 hingga Rp25.000, harga ini disesuaikan dengan bentuk dan ukuran trompet, misalnya trompet dengan hiasan barongsai yang ukuranya cukup besar, satu buahnya dihargai 20.000, sementara yang berbentuk kerucut atau trompet biasa harganya hanya Rp5.000 per buah.
“Yang biasa pokoknya bunyi itu Rp5.000, kalau yang modelnya panjang dengan hiasan burung atau barongsai seperti ini 20 ribu sampai 25 ribu,” terangnya.
Sementara itu, dilokasi seorang pembeli nampak tengah memilik trompet, menurutnya meniup trompet di tahun baru menjadi kegiatan cukup menarik terutama bagi anak-anak.
“Untuk ponakan, biasa aja biar rame kalo semua punya,” kata Habib salah satu pembeli. (Lk)
