kabartuban.com – Upaya memperkuat ekonomi berbasis desa di Kabupaten Tuban kian dipercepat. Sebanyak 42 unit truk operasional mulai didistribusikan untuk menunjang aktivitas Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yang digadang menjadi tulang punggung perputaran ekonomi di tingkat desa.
Armada jenis Mitsubishi Canter FE 74 HDS N tersebut menjadi fasilitas utama dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan operasional koperasi. Setiap unit truk bernilai 497 hingga 583 juta, menandai keseriusan program ini dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang lebih mandiri.
Distribusi tahap awal menyasar desa-desa yang telah merampungkan pembangunan KDMP. Kehadiran kendaraan operasional ini diharapkan tak hanya mempercepat distribusi logistik, tetapi juga meningkatkan kapasitas manajemen koperasi dalam mengelola usaha.
Komandan Kodim 0811 Tuban, Galih Sakti Pramudyo, menyebut progres pembangunan KDMP di Tuban tergolong tinggi dibanding daerah lain. Meski demikian, fasilitas penunjang lainnya masih menunggu tahap pengadaan berikutnya.
“Untuk saat ini baru kendaraan truk yang tersedia. Perlengkapan lain masih dalam proses, berbeda dengan beberapa daerah yang sudah lebih lengkap,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Ia menambahkan, seluruh unit truk tersebut telah tiba sejak 20 Maret 2026 dan kini mulai disalurkan secara bertahap ke desa penerima.
Dari total 328 desa di Tuban, sekitar 250 desa atau hampir 50 persen telah memiliki KDMP. Pemerintah daerah menargetkan seluruh pembangunan koperasi ini rampung pada Juni 2026.
Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, menegaskan keberadaan armada operasional menjadi faktor penting dalam menggerakkan roda ekonomi desa. Menurutnya, truk tersebut bukan sekadar aset, tetapi instrumen vital dalam mendukung aktivitas usaha koperasi.
“Perannya sangat strategis, baik untuk manajemen KDMP maupun dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar setiap kendaraan yang telah disalurkan segera dicatat sebagai aset desa guna menjamin transparansi dan akuntabilitas pengelolaan.
Optimisme terhadap program ini juga disampaikan Kepala Desa Simo, Kecamatan Soko, M. Sukur. Ia menilai KDMP berpotensi menjadi penggerak utama ekonomi desa yang berdampak luas hingga tingkat daerah.
“Kalau ekonomi desa bergerak, dampaknya pasti besar bagi kemajuan wilayah secara keseluruhan,” tandasnya. (fah)
