kabartuban.com – Beberapa desa di Kecamatan Merakurak yang menjadi langganan banjir akibat luapan sungai Jambon pada musim hujan mendatang dipastikan aman. Hal tersebut karena kerusakan sungai yang hulunya berada di Kecamatan Grabagan tersebut sudah diperbaiki guna meminimalisir terjadinya banjir.
Teguh Setyobudi, selaku Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Media (Humas & Media) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban saat dikonfirmasi mengatakan bahwa, sungai Jambon yang musim hujan beberapa waktu lalu rusak parah akibat banjir sudah diperbaiki dan dibuatkan sodetan mengarah ke utara menuju pembuangan air ke laut.
“Pemerintah sudah membangun sodetan untuk mengurangi volume air di sungai Jambon,” terang Teguh kepada kabartuban.com, (30/9/2016).
Pembangunan sungai Jambon sudah dimulai sejak 29 Juli lalu dan diprediksi akan selesai pada pertengahan Desember atau pada puncak musim hujan. Sehingga, sodetan yang dibuat dapat berfungsi mengurangi volume air yang membanjiri pemukiman warga di Desa Kapu, Tahulu dan Mandirejo, Kecamatan Merakurak serta Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban.
“Diharapkan dengan dibangunya sodetan ini, setidaknya mampu meminimalisir dampak dan mengurangi volume air,” jelas Teguh.
Sodetan yang memotong sungai Jambon sepanjang 600 meter tersebut dibangun dengan menggunakan APBD sebesar satu miliar. “Kurang lebih anggaranya satu miliar, diharapkan banjir tahun yang terjadi di sungai jambon dapat dicegah,” tutupnya. (lk/har)
