Kabartuban.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, himbau warga yang tinggal di bantaran sungai bengawan solo maupun anak sungai bengawan solo, di Kecamatan Parengan, Soko, Rengen, Plumpang dan Widang waspadai dengan debit air sungai bengawan solo yang terjdi sejak selasa (13/12) siang kemarin.
Kepala BPBD Kabupaten Tuban, Joko Ludiyono mengatakan, bulan Desember 2016 hingga Januari 2017 merupakan puncak musim penghujan, sehigga kemungkinan melupnya sungai bengawan solo masih dapat terjadi lagi.
“Kemungkinan itu selalu ada karena puncak musim penghujan baru saja akan datang, makanya kami minta penduduk yang tingal di bantaran sungai bengawan solo selalu waspada,” kata Joko Ludiyono.
Joko juga menjelaskan, meski di daerah Tuban tidak terjadi hujan, bengawan solo masih bisa meluap karena banjir berasal dari kiriman daerah hulu di solo dan gajah mungkur. Untuk itu sekalipun tidak ada hujan warga harus mewaspadai karekteristik sungai terpanjang di pulau Jawa ini.
“Warga jangan mengira jika tidak ada hujan disini bengawan tidak meluap, justru air yang besar itu dari kiriman, apalagi jika waduk hulu dibuka,” jelas Joko.
Mantan Camat Widang ini sudah mengintruksikan kepada para Camat dibantaran agar meneruskan informasi naiknya bengawan solo tersebut di sikapi dengan peningkatan kewaspadaan kepada kepala desa, untuk disampaikan kepada warga mereka masing-masing.
“Kami juga sudah menyampaikan kepala para camat agar menyampikan info ini ke pejabat desa agar disampaikan ke masyarakat,” imbuh Joko.
Untuk diketahui, selama 24 jam terakhir air sungai bengawan solo menunjukan tren naik. Pantauan di papan duga Taman Bangawan Solo (TBS) Bojonegoro, pada pukul 12.00 berada pada angka 13,15 phielscal dan terus naik.
Sementara di papan duga Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan berada pada titik 6,96 phielscal atau mendekati siaha hijau atau di titik 7.00 phielschal. (Lk)
