kabartuban.com- Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) rupanya belum berimbas pada harga bahan pokok di Kabupaten Tuban. Meski sebagian besar barang didatangkan dari luar daerah, baik para pedagang atau distributor belum menikan harga kaitanya dengan ongkos angkut.
Terhitung sejak Kamis (5/1) kemaren, pemerintah telah menetapkan kenaikan harga beberapa jenis BBM rata rata Rp300 per liternya.
“Bagus kalau tidak berpengaruh, soalnya barang sudah pada mahal, susah lagi nanti kalau naik,” kata Harto pedagang di Pasar Baru Tuban (7/01).
Dari pantauan kabartuban.com, harga sembako dipasar baru tuban, Jl. Gajah Mada cenderung stabil, beberapa diantaranya justru mengalami penurunan. Seperti cabai rawit yang sempat Rp110.000/Kg, hari ini memjadi Rp85-90 ribu/Kg, sementara cabai Kriting Rp53/Kg masih tetap dengan harga beberapa waktu lalu.
“Meski masih mahal, tapi harga cabai mulai turun, lainya stabil,” tambahnya.
Beberap komuditas dapur yang tidak mengalami perubahan diantaranya, gula pasir yang masih stagnan di harga Rp13.000/Kg, Tomat Rp3.000/Kg dan minyak goreng Rp13.000/Kg.
“Gak tahu kalau besok-besok, tapi sekarang kok belum,” imbuh Harto.
Menurut Harto, para pedagang di pasar berharap naiknya haga BBM tidak menimbulkan gejolak pada harga bahan pangan di pasar. Dengan begitu daya beli masyarakat tidak menurun dan pedagang dapat berjualan dengan lancar.
Seperti diketahui, berdasarkan surat edaran yang diteken Umar Chotib dari Direktorat Pemasaran Retail Fuel Marketing Region Manager IV Pertamina, harga BBM jenis Pertalite Rp7.350 dari harga sebelumnya Rp7.050, Pertamax Rp8.050 dari harga Rp7.750/liter, harga Solar Rp7.200 dari sebelumnya Rp5.150, sementara untuk preemium masih tetap Rp6.650/liter. (Luk)
