kabartuban.com – Demi kelancaran arus balik lebaran yang diprediksi akan terjadi Jumat (30/6/2017) malam ini hingga Sabtu besok di jalur Pantura Tuban, pengusaha dan operator truk angkutan barang dihimbau menunda masa operasi hingga senin mendatang.
“Ini sifatnya himbauan, sebisa mungkin tidak beroperasi dulu,” kata Kasat Lantas Polres Tuban AKP Eko Iskandar, ditemui kabartuban.com usai sholat Jumat, Jumat (30/6/2017).
Adapun kementrian perhubungan darat sendiri telah mengeluarkan surat edaran terkait penundaan masa beroperasinya truk angkutan barang saat puncak arus balik lebaran. Edaran tersebut melalui peraturan Direktur Jendral Perhubungan Darat, Nomor SK 2717/ aj.201/ drjd/ 2017 tentang pengaturan lalulintas dan pengaturan kendaraan.
Selain kendaraan angkutan barang yang dihimbau tidak melintas pada hari ini, kendaraan angkutan berat seperti angkutan mineral dan bahan tambang baru boleh beroperasi pada 4 Juli mendatang.
“Sementara ini mereka dikandangkan dahulu, yang sudah terlanjur kemarin kami parkir di terminal wisata. disamping itu untuk angkutan barang tertentu kita lepaskan malam hari ketika arus kendaraan tidak terlalu padat,” katanya.
Kasat Lantas juga menambahkan, sejak Kamis (29/6/2017) kemarin, volume kendaraan balik mudik sudah mengalami peningkatan hingga 20 persen, yang berarti pemudik sudah mulai meninggalkan kampung halamanya, untuk kembali beraktifitas di tempat kerja atau tempat tujuan.
Sementara itu pantauan kabartuban.com di jalur Pantura Tuban, tepatnya di kawasan Desa Sugihwaras Jenu, Tuban, belum terlalu banyak kendaraan angkutan barang melintas di jalur ini. Kendaraan barang hanya beberapa kali terlihat melintas baik dari arah Semarang menuju Surabaya dan sebaliknya. (Luk)
