kabartuban.com – Laga Grup 5 Liga 2 Indoneaia 2017, mempertemukan Tim Persatu Tuban sebagai tuan rumah, melawan PSBI Blitar, di Stadion Lokajaya Tuban, Sabtu (15/7/2017) sore, sempat diwarnai kericuhan. Akibatnya pertandingan sempat dihentikan beberapa saat.
Pemicu kericuhan adalah ketidakpuasan pemain PSBI atas keputusan wasit saat mereka menilai ada pelanggaran di kotak pinalti oleh tim lawan (Persatu), hingga berbuntut pada aksi pengejaran terhadap wasit pertandingan Agung Setiawan, pada menit 40 jalanya laga.
Teriakan dari para sporterpun mengiringi aksi tidak puas yang dilakukan para pemain PSBI Blitar itu. “Kampungan pulang saja,” teriak para pendukung Persatu Tuban.
Meski sempat dikejar hingga luar lapangan, ketegangan tidak berlanjut setelah petugas keamanan yang bersiaga langsung mengamankan wasit pertandingan dari amukan pemain PSBI Blitar. Ketegangan akhirnya dapat diredam oleh managemen Persatu yang melakukan negosiasi dengan managemen PSBI Blitar.
“Bukan kapasitas saya menilai wasit namun ini benar-benar tidak semestinya karena tindakan wasit itu yang akan merusak jalanya pertandingan, ini buruk sekali,” kata Ali Imron, Asistan Pelatih PSBI Blitar.
Ali menyebut banyak faktor yang memicu aksi pengejaran, karena wasit tidak bertindak dengan baik.
Senada dengan PSBI Blitar, manager Persatu juga menilai kurang profesionalnya wasit, bahkan Fahmi menyayangkan tindakan wasit itu karena tindakan kurang profesional kerap dilakukan, bukan kali ini saja namun dari berbagai pertandingan sebelumnya.
“Itulah wasit kita, kami juga tidak mengerti mengapa wasit kita seperti itu,” kata Fahmi.(Luk)
