kabartuban.com – Puluhan ibu-ibu dengan usia diatas 40 tahun, berkompetisi dalam olahraga tradisional yang diselenggarakan Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kabupaten Tuban, di lapangan Gedung Olah Raga (GOR) Rangga Jaya Anoraga Tuban, Sabtu (28/04/2018).
Seperti yang disampikan oleh panitia kegiatan, Ratna Juwita Sari, ada dua jenis lomba tradisional yang diikuti sekitar 150 peserta. Mereka terbagi dalam 20 tim, yang mewakili Perwosi Ranting, dan 5 tim perwakilan organisasi wanita lainya.
“Petama silaturahmi, mengelorakan kesehatan dan olahraga, utamanya ibu-ibu berusian diatas 40 tahun,” terang Juwita.
Lebih lanjut, menurut Juwita, tidak ada target prestasi dalam kegiatan tersebut, kompetisi itu hanya sebagai ajanag mempererat silaturahmi, sekaligus untuk tetap melestarikan warisan budaya berupa permainan tradisional yang saat ini sudah semakin dilupakan.
“Karena ini sifatnya tidak ada tujuan prestasi, kami juga ingin melestarikan olahraga tradisional yang banyak dilupakan sama generasi saat ini,’ terang Juwita.
Sementara itu peserta dari Perwosi Kecamatan Pumpang, Nindya mengatakan, jika olah raga tradisional menjadi salah satu kegiatan positif bagi ibu-ibu, sebab olahraga tersebut hanya menyasar ibu-ibu berusia 40 yang membutuhkan kegiatan agar tetap aktif bergerak dan sehat.
“Ini sangat positif untuk ibu-ibu, apalagi usia yang ditetapkan hanya 40 tahun keatas, saya saja tidak bisa main, ini baik untuk menjalin silaturahmi dan kekompakan, “ terang Nindya.
Sementara itu, nampak di lokasi lomba ibu ibu yang sudah berusia baya ini sukup bersemangat mengikuti berlomba, mereka nampak asik baik saat gobag sodor maupun mengikuti trompah panjang (Bakiak). (Luk)
