DWP Tuban Gelar Sosialisasi Dampak Pembelajaran Daring

kabartuban.com – Pembelajaran daring punya banyak kelebihan, selain bisa memanfaatkan waktu lebih fleksibel, siswa juga dilatih untuk lebih menguasai teknologi informasi dan komunikasi serta menumbuhkan kesadaran bahwa gawai bisa digunakan untuk hal yang lebih produktif dan mencerdaskan.

Hal tersebut diungkapkan Dr. Rita Yuliastuti, M.Si saat menjadi narasumber acara sosialisasi “Pendidikan Daring dari Segi Positif dan Negatif bagi Orangtua dan Siswa”, yang diselenggarakan oleh DWP Kabupaten Tuban, Kamis (03/06).

Acara yang digelar secara virtual tersebut dihadiri Ketua dan pengurus DWP Kemenag Tuban, Ketua DWP Kabupaten, seluruh DWP instansi terkait, dan DWP kecamatan se-Kabupaten Tuban.

Namun, Rita juga menyebutkan bahwa ada sejumlah kekurangan pembelajaran daring, di antaranya keterbatasan teknologi berupa fasilitas jaringan internet, gawai dan buku internet, sinyal internet yang seringkali macet, tidak semua siswa mempunyai telepon seluler android untuk pembelajaran daring, sekolah belum memiliki program yang baik untuk sistem pembelajaran daring.

“Untuk guru ada yang belum bisa melaksanakan pembelajaran daring, aksesbilitas secara daring dan tatap muka berbeda,” jelasnya.

Akibatnya, kata Rita, sering terjadi kesalahan informasi antara guru dan siswa. Selain itu, tidak semua orangtua bisa mendampingi pembelajaran daring anaknya.

Ia juga menyinggung dampak pembelajaran daring bagi orang tua, mulai dari siswa PAUD sampai SMA. Ada dampak positif, yakni orangtua tidak terlalu cemas untuk anaknya akan terpapar Covid-19, orangtua menjadi lebih dekat dengan anak, orangtua lebih banyak belajar dan mengetahui perkembangan anaknya. Selain itu, orangtua akan terpaksa belajar menggunakan TIK untuk membantu anaknya.

“Sedangkan dampak negatifnya, tidak lengkapnya perlengkapan orang tua dan jaringan internet yang sering tidak ada sinyal membuat stres orangtua,” jelasnya.

Selain itu, terang Rita, orang tua akan sulit mengarahkan anaknya untuk fokus belajar, sebagian besar tugas siswa dikerjakan orangtua, bukan anaknya dan bisa menyita waktu orang tua, pekerjaan lain menjadi terbengkalai karena harus menemani pembelajaran daring.

Sementara itu, Ketua DWP Kemenag Tuban, Isyatun Rodliyah Sahid, usai mengikuti webinar berharap dengan diadakannya webinar bisa memberikan gambaran, khususnya orangtua dalam mendampingi anak-anak untuk sekolah atau belajar secara daring dengan segala permasalahan yang ada.

“Semoga pandemi yang sudah mengubah dan mengganggu semua sektor kehidupan, khususnya kegiatan pendidikan ini segera berlalu dan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan seperti dulu lagi,” harapnya. (rls)

Populer Minggu Ini

Halal Bihalal Jatman, Ribuan Jama’ah Siap Sambut Kiai Chalwani di Tuban

kabartuban.com - Idaroh Syu’biyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh...

Pengendara Motor Mr X Tewas Tabrak Truk Parkir di Merakurak Tuban

kabartuban.com - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Ir....

Jalan Rusak, Warga Grabagan Swadaya Perbaiki Akses, Slogan “Mbangun Deso Noto Kuto” Dipertanyakan

kabartuban.com - Di tengah gencarnya pembangunan yang mempercantik wajah...

Pasar Lesu, Harga Kambing di Tuban Turun Tajam Selama Delapan Bulan Terakhir

kabartuban.com – Selama kurang lebih delapan bulan terakhir, para...

Soroti Kelangkaan LPG 3 Kg, DPRD Tuban Desak Perbaikan Pengawasan dan Distribusi

kabartuban.com - Kelangkaan dan mahalnya LPG 3 kilogram yang...

Artikel Terkait