Susul Lamongan, Tuban Kini Masuk PPKM Level 1

kabartuban.com – Setelah beberapa pekan masuk dalam level 2, kini Kabupaten Tuban masuk dalam level 1 menyusul kota Lamongan. Tidak hanya Tuban, kota lain yaitu Pasuruan juga masuk dalam level 1. Tiga kota tersebut berjejer mengisi formasi kota yang masuk dalam kategori PPKM level 1.

Hal ini berdasarkan assessment yang dilakukan oleh Komenkes RI  yang dirilis pada 9 September 2021 dari mulanya hanya ada 1 Kabupaten kini menjadi 3 Kabupaten yang menduduki level 1.

“Alhamdulillah hari ini sudah ada 3 Kabupaten di Jatim yang masuk pada level 1,” kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Namun sementara itu masih ada beberapa Kabupaten /Kota yang masih dalam PPKM level 2 dan 3. Atas capaian ini. Khofifah mengucapkan terimakasih atas gerak cepat dan sinergi semua pihak yang turut serta mencegah penyebaran Covid-19 di Jawa Timur.

Sementara untuk level 2 terdapat 19 kabupaten/kota antara lain Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Probolinggo, Pamekasan, Ngawi, Nganjuk, Malang, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Kabupaten Kediri, Jombang, Jember, Gresik, Bondowoso, Bojonegoro, Banyuwangi, dan Bangkalan

Sedangkan daerah yang masuk dalam level 3 antara lain, Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Mojokerto, Magetan, Madiun, Lumajang, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu dan Kabupaten Blitar.

“Per data 8 September 2021 yang dirilis tanggal 9 September 2021 di Jawa Timur sudah tidak ada lagi kabupaten atau Kota yang masuk pada level 4,” Sambung Khofifah

Atas hal tersebut, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky SE. mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penanganan Covid 19 di Kabupaten Tuban dari hulu hingga hilir.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Forkopimda, Forkopimka, Pemerintah Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tenaga medis dan kesehatan, dan juga masyarakat yang telah ikut membantu kami dalam mengendalikan angka kasus positif hingga kematian akibat pandemi covid 19,” ucap Bupati Tuban,

Mas Lindra, sapaan akrab Bupati Tuban tersebut mengatakan, jika kolaborasi yang terjalin antara semua pihak dalam melakukan pengetatan pelaksanaan PPKM, hingga testing, tracking dan treatment, atau tes, telusur dan tindak lanjut, serta pelaksanaan vaksinasi secara masif yang dilakukan hingga pelosok desa terbukti dapat mengendalikan angka kasus Covid-19 di Kabupaten Tuban.

“Semua apa yang telah dilakukan tak lepas dari peran besar semua pihak. Untuk itu saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada forkopimda, forkopimka, pemerintah desa hingga Bhabinkamtibmas, tenaga kesehatan dan tenaga medis, juga masyarakat Tuban,” tutup Mas Lindra. (nat/dil)

Populer Minggu Ini

Ojol Tewas Diduga Akibat Gundukan Aspal Proyek SR, Warga Soroti Minimnya Pengamanan

kabartuban.com - Proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Jalan...

Masuk Mei, Proyek APBD Tuban Masih Nol, DPRD: Ini Keterlaluan

kabartuban.com - Memasuki pertengahan Mei 2026, proyek fisik yang...

Warga Binaan Ikut Turun Tangan Bedah Rumah, Bukti Lapas Tuban Tak Sekadar Tempat Menjalani Hukuman

kabartuban.com - Suara palu dan adukan semen terdengar di...

Goa Akbar Terpuruk di Tengah Tren Wisata Tuban, Pasar Tradisional Disebut Jadi Biang Sepi Pengunjung

kabartuban.com - Di saat Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor...

SH Terate Tuban Beri Perlindungan BPJS bagi Calon Warga dan Pengurus

kabartuban.com - Sebanyak 1.106 calon warga Persaudaraan Setia Hati...

Artikel Terkait