kabartuban.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan perkembangan terbaru proyek Kilang Tuban memasuki tahap krusial. Final Investment Decision (FID) untuk proyek strategis nasional tersebut dijadwalkan diputuskan pada pertengahan bulan ini.
Proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban, yang sejak awal digarap melalui skema kerja sama antara Rosneft asal Rusia dan Pertamina, merupakan salah satu proyek kilang terbesar dengan nilai investasi jumbo. Meski sempat diterpa isu pergantian mitra, pemerintah menegaskan pembahasan dengan Rosneft masih berjalan.
“Rosneft lagi dilakukan pembahasan dengan Pertamina. Nanti di pertengahan bulan ini baru ada keputusan,” ujar Bahlil, dikutip dari laman resmi Kumparan Bisnis, Senin (8/12/2025).
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) sebelumnya juga memastikan bahwa kolaborasi dengan Rosneft tetap berlangsung melalui mekanisme joint venture (JV). Kedua perusahaan membentuk PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) pada November 2017 untuk menjalankan proyek GRR Tuban. Dalam struktur kepemilikan, Pertamina menggenggam 55 persen saham, sementara Rosneft memegang 45 persen.
Namun perjalanan proyek ini tidak sepenuhnya mulus. Konflik geopolitik Rusia-Ukraina dan sanksi Amerika Serikat sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap kelanjutan kerja sama. Bahkan, sempat mencuat isu bahwa Rosneft akan digantikan oleh mitra baru.
Kini, dengan rencana FID yang segera diambil, arah masa depan Kilang Tuban diperkirakan akan semakin jelas. Pemerintah berharap keputusan tersebut menjadi titik balik percepatan pembangunan kilang yang telah lama dinantikan sebagai penguat ketahanan energi nasional. (fah)
