Aroma Bau Limbah Dapur SPPG Dikeluhkan Warga Kedungjambe

kabartuban.com – Aroma tak sedap yang diduga berasal dari limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dikeluhkan warga Desa Kedungjambe, Kecamatan Singgahan. Keluhan tersebut ramai beredar di media sosial setelah warga mengunggah kondisi saluran air yang tercemar limbah dapur.

Keluhan itu mencuat dari aktivitas Dapur SPPG Yayasan Dharmawangsa Sakti yang berada di wilayah desa setempat. Warga menyebut air bekas cucian dapur dibuang ke selokan sehingga menimbulkan bau menyengat menyerupai aroma septic tank.

Salah satu warga dalam postinganya, Dini, mengungkapkan bau tak sedap tersebut sudah berlangsung cukup lama dan sangat mengganggu kenyamanan warga sekitar.

“Baunya seperti septic tank WC. Sudah pernah ada teguran dari warga, tapi diabaikan oleh pihak SPPG,” ujar Dini.

Ia menambahkan, warga bahkan terpaksa membersihkan saluran air hampir setiap hari karena tidak tahan dengan bau limbah dapur yang menyengat tersebut.

“Kami mohon ada solusi untuk masalah ini,” tutupnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang enggan di sebutkan namanya. Mereka mengaku selain menimbulkan bau menyengat, limbah dapur yang dibuang ke saluran air menyebabkan rasa gatal dan diduga mencemari area persawahan di sekitar lokasi dapur.

Seorang warga sekitar menyebut pihak pengelola sebenarnya telah membuat saluran pembuangan limbah. Namun, kapasitasnya dinilai terlalu kecil sehingga tidak mampu menampung volume limbah dapur yang dihasilkan setiap hari.

“Memang sudah dibuatkan pembuangan limbah, tapi ukurannya kecil dan tidak cukup menampung limbah harian. Warga merasa dirugikan karena bau menyengat dan gatal, karena limbahnya mengalir ke area persawahan,” ungkapnya, Selasa (27/01/2026).

Selain persoalan limbah, warga juga mengeluhkan aktivitas dapur yang beroperasi sejak tengah malam. Suara musik dengan volume keras disebut kerap mengganggu ketenangan warga, terutama pada jam istirahat.

Warga mengaku telah berupaya melakukan koordinasi dengan pihak pengelola agar dilakukan pembenahan sistem pengelolaan limbah. Mereka berharap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

“Karena ini program nasional, jangan sampai justru merugikan warga. Tolong dikelola dengan baik,” harapnya.

Warga juga menyoroti pembangunan dapur SPPG yang disebut dilakukan tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan masyarakat maupun pemerintah desa setempat.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dapur SPPG Kedungjambe, Fitriana W, saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan dan memilih enggan berkomentar terkait dugaan pembuangan limbah dapur ke saluran air yang mencemari lingkungan dan area persawahan. (fah)

Sumber Foto: Postingan warga di facebook

Populer Minggu Ini

Tronton Bebas Melintas di Jalan Kecil Kerek, Warga: Ini Bukan Kelasnya!

kabartuban.com - Aktivitas truk tronton pengangkut jagung yang melintas...

DPRD Tuban Dalami Dugaan Pungli dan Jalur Cepat Masuk Kerja di TBBM Jenu

kabartuban.com - Dugaan praktik jual beli akses pekerjaan di...

Kerja Luar Negeri Jadi Pilihan Utama, Jumlah PMI Tuban Terus Bertambah

kabartuban.com - Pergeseran pola pikir masyarakat dalam mencari pekerjaan...

DPRD Tuban Beri Waktu 7 Hari, Masalah LPG 3 Kg Harus Tuntas

kabartuban.com – Polemik kelangkaan dan mahalnya tabung gas LPG...

“Jaga Dapur MBG” Diluncurkan di Tuban, Negara Libatkan Warga Awasi Dapur Makan Gratis

kabartuban.com - Pemerintah mulai memperketat pengawasan program Makan Bergizi...

Artikel Terkait