kabartuban.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha, kasus pencurian sapi kembali menghantui para peternak di Kabupaten Tuban. Peristiwa yang nyaris terjadi setiap tahun itu kini semakin meresahkan warga lantaran hingga kini belum ada satupun pelaku yang berhasil diungkap dalam beberapa tahun terakhir.
Tahun ini, sedikitnya enam ekor sapi dilaporkan hilang di dua kecamatan berbeda, yakni empat ekor di Kecamatan Merakurak dan dua ekor di Kecamatan Jenu. Kondisi tersebut membuat para peternak diliputi rasa cemas, terlebih momen Idul Adha biasanya menjadi waktu meningkatnya harga jual hewan ternak.
Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Bobby Wirawan Wicaksono Elsam mengatakan, pihaknya telah menerima dua laporan resmi terkait kasus kehilangan sapi tersebut.
“Sementara ada dua laporan yang masuk dari kejadian yang ada,” ujarnya kepada awak media.
Ia menjelaskan, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah pihak serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
“Kami masih melakukan pendalaman dan mohon doanya,” katanya.
Fenomena pencurian sapi di Tuban sendiri bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan data yang dihimpun, pada 2024 tercatat empat ekor sapi hilang, kemudian dua ekor sapi pada 2025, dan meningkat menjadi enam ekor pada tahun ini. Namun hingga kini, kasus-kasus tersebut belum juga menemukan titik terang.
Situasi itu memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Warga menilai pencurian ternak yang terus berulang setiap tahun seharusnya menjadi perhatian serius aparat penegak hukum, terlebih menjelang momentum Idul Adha yang identik dengan tingginya aktivitas jual beli sapi.
Menanggapi hal itu, AKP Bobby memastikan kasus tersebut menjadi atensi kepolisian. Menurutnya, Polres Tuban akan berupaya maksimal untuk mengungkap pelaku pencurian.
“Pasti kita atensi, mengingat sebentar lagi Hari Raya Idul Adha,” tegasnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengamanan kandang ternak, salah satunya dengan memasang CCTV guna mempermudah proses penyelidikan apabila terjadi tindak pencurian.
Selain itu, masyarakat diminta kembali mengaktifkan keamanan lingkungan dan menjaga situasi kamtibmas bersama tokoh masyarakat setempat.
Di sisi lain, warga berharap aparat tidak hanya sebatas memberikan imbauan, tetapi juga mampu membongkar jaringan pelaku pencurian sapi yang dinilai sudah sangat meresahkan dan merugikan peternak kecil di Tuban. (fah)
