kabartuban.com – Sejumlah event UMKM telah digelar di Kabupaten Tuban sepanjang 2026. Namun, pelaku UMKM sektor kriya menilai ruang promosi bagi produk kerajinan masih terbatas karena kegiatan yang tersedia lebih banyak memberikan ruang bagi produk kuliner.
Dara Aprilia, salah satu pelaku UMKM kerajinan tangan di Tuban yang telah menggeluti usahanya selama 16 tahun, menilai kesempatan untuk mengikuti event yang menyediakan ruang promosi bagi pelaku usaha lokal pada tahun ini dirasakan masih minim dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap pemasaran dan pendapatan pelaku UMKM yang selama ini memanfaatkan event sebagai salah satu sarana untuk memasarkan produknya.
“Tahun 2026 ini tidak ada pameran UMKM, jadi pemasaran juga berkurang pemasukan juga berkurang,” terang Dara.
Salah satu momentum yang menjadi perhatian pelaku usaha kriya adalah ajang Pemilihan Duta Wisata Cung dan Ndhuk Kabupaten Tuban 2026. Ajang tersebut telah memasuki puncaknya melalui Grand Final yang digelar di Taman Hutan Kota Abhipraya Tuban, Sabtu (25/7/2026). Cung dan Ndhuk 2026 terpilih setelah melalui rangkaian tahapan seleksi dan pembekalan. Pemerintah Kabupaten Tuban sendiri menyebut Cung Ndhuk bukan sekadar ajang pemilihan duta wisata, tetapi juga diharapkan menjadi wajah Tuban dalam memperkenalkan potensi daerah, termasuk pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Bagi pelaku usaha kriya, event besar daerah seperti Cung Ndhuk dinilai memiliki potensi sebagai ruang promosi bagi produk-produk lokal.
Dara menyebut, kesempatan mengikuti pameran dalam sebuah event menjadi salah satu cara bagi pelaku usaha kriya untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat.
“Di kesempatan itu kita bisa mengenalkan produk-produk handmade, kebanyakan UMKM kan produk handmade mbak jadi kesempatan kita,” menurutnya.
Ia juga menyebut bahwa pada tahun-tahun sebelumnya event seperti Cung Ndhuk biasanya turut memberikan ruang bagi pelaku UMKM melalui pameran maupun bazar.
“Biasanya kalau ada event seperti Cung Ndhuk, ada pameran atau bazar UMKM. Itu sebenarnya sangat membantu kami untuk mengenalkan produk kepada masyarakat,” ujar salah satu pelaku UMKM kerajinan di Tuban.
Menurut Dara, pameran tidak hanya menjadi tempat bagi pelaku usaha untuk menjual produk. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk kerajinan kepada masyarakat yang lebih luas.
Ia berharap pada bulan-bulan berikutnya di tahun 2026 masih terdapat kegiatan yang dapat memberikan ruang bagi pelaku usaha kriya untuk memasarkan produk mereka.
“Mudah – mudahan untuk bulan berikutnya ada pameran lagi dan bisa mendapat kesempatan seperti tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.
Minimnya ruang pamer tahun ini juga turut dirasakan oleh Linda, salah satu pelaku UMKM yang memproduksi udeng dan songkok batik Tuban.
Linda mengeluhkan minimnya acara bagi pelaku UMKM pada tahun ini yang menurutnya turut berdampak terhadap penjualan produk, khususnya produk kriya.
“Iya mbak dengan di tiadakannya event – event tahun ini sangat berdampak pada penjualan kami khususnya produk kriya,” terang Linda.
Bagi pelaku usaha kriya, kesempatan tersebut dinilai penting karena produk kerajinan tidak hanya mengandalkan fungsi, tetapi juga memiliki nilai seni, desain, serta karakter lokal yang lebih mudah dikenalkan ketika konsumen dapat melihat produk secara langsung.
Karena itu, pelaku usaha kriya berharap event yang melibatkan produk lokal dapat kembali diperbanyak, sehingga pelaku usaha memiliki lebih banyak pilihan ruang untuk memasarkan sekaligus memperkenalkan produknya.
Keluhan yang disampaikan para pelaku usaha tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pemerintah daerah maupun pihak penyelenggara event di Kabupaten Tuban. Pameran dan bazar dinilai dapat memberikan manfaat langsung karena pelaku usaha dapat berinteraksi dengan konsumen, memperkenalkan produk, mendapatkan pelanggan baru, sekaligus melihat secara langsung respons pasar terhadap produk yang ditawarkan.
Media ini telah berupaya menghubungi Drs. Gunadi, M.M. selaku Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Tuban untuk meminta konfirmasi terkait keluhan pelaku usaha kriya mengenai minimnya event dan ruang pameran tersebut. Namun, hingga berita ini ditulis, pihak Diskopumdag Kabupaten Tuban belum memberikan keterangan terkait persoalan tersebut saat dihubungi melalui pesan WhatsApp. (Tari)
