Tuban Masuk Lima Besar Daerah dengan Luas Panen Padi Terbesar di Jawa Timur 2026

Kabartuban.com – Kabupaten Tuban masuk dalam lima besar daerah penyumbang luas panen padi terbesar di Jawa Timur pada 2026. Berdasarkan data sementara Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur yang rilis pada Senin, (2/11/2026) luas panen padi di Kabupaten Tuban diperkirakan mencapai 97,30 ribu hektare.

Capaian tersebut menempatkan Tuban di posisi kelima setelah Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, Jember, dan Ngawi. Sementara itu, Bojonegoro menempati posisi pertama dengan luas panen mencapai 159,19 ribu hektare.

Tak hanya dari sisi luas panen, Kabupaten Tuban juga masuk lima besar daerah dengan produksi padi dan beras terbesar di Jawa Timur.

BPS mencatat, produksi padi Kabupaten Tuban pada 2026 diperkirakan mencapai 588,89 ribu ton gabah kering giling (GKG). Angka tersebut menempatkan Tuban di posisi kelima setelah Bojonegoro, Lamongan, Ngawi, dan Jember.

Baca juga: Di Tengah Kemarau Panjang, Panen Padi Petani Tuban Meningkat

Adapun produksi beras di Kabupaten Tuban diperkirakan mencapai 340,04 ribu ton. Jumlah tersebut juga menempatkan Tuban pada peringkat kelima di tingkat Provinsi Jawa Timur.

Plt Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Ir. Herum Fajarwati, MM, dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang diterbitkan 2 November 2026 menyampaikan, Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, Jember, Ngawi, dan Tuban menjadi penyumbang luas panen padi terbesar di Jawa Timur pada 2026.

“Sedangkan penyumbang produksi padi dan beras terbesarnya adalah Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, Ngawi, Jember, dan Tuban,” demikian disampaikan Herum dalam rilis tersebut.

Data tersebut merupakan angka sementara tahun 2026 berdasarkan hasil Kerangka Sampel Area (KSA) dengan pengamatan September 2026. Penghitungan mencakup luas panen Januari hingga September 2026 serta potensi luas panen Oktober hingga Desember 2026.

Capaian ini menunjukkan Kabupaten Tuban masih menjadi salah satu daerah dengan kontribusi penting terhadap sektor pertanian, khususnya produksi padi dan beras di Jawa Timur.

Meski demikian, angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat mengalami perubahan mengikuti perkembangan realisasi luas panen hingga akhir tahun 2026. (meylia)

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya