Kabartuban.com – Diindikasikan karena banyaknya pasokan daging impor, membuat sejumlah pedagang daging sapi mengaku satu bulan terakhir omsetnya menurun, khususnya Pasar Baru Tuban, karena harga daging yang sebelumnya mencapai Rp115.000/Kg untuk daging murni, menjadi Rp100.000/Kg.
“Bisa jadi karena masuknya daging impor,” ujar Ny Fuad el Amin, pedagang daging di Pasar Baru Tuban (29/12).
Dijelaskan, sebenarnya lesunya pasar daging sudah terjadi sejak lama, namun belakangan ini semakin memburuk. Menurut para pedagang, saat kondisi pasar masih bagus, dalam sehari bisa menghabiskan satu hingga dua ekor sapi.
“Dulu masih bisa dua ekor sapi, kalau sekarang satu ekor saja masih sisa,” katanya.
Disampaikan, paling banyak mengurangi konsumsi menurut Ny Fuadi adalah rumah tangga dan pedagang baso, banyak pedagang baso yang lari ke daging impor, begitu juga untuk konsumsi rumah tangga.
“Pedagang baso yang langganan disini juga mengurangi pembelianya, apalagi bakso keliling yang biasanya beli daging dua tiga kilo sekarang sudah tidak ada lagi,” katanya.
Diakui Pedagang ini, meski sebagian pelanggan beli daging impor, masih banyak juga yang mencari daging lokal, dengan alasan daging impor rasanya agak hambar, selain itu, karena terlalu lama didalam pendingin, daging ini tidak tahan lama.
“Saya juga jual daging impor, ada yang bilang rasanya agak hambar tidak seperti daging lokal,” katanya.
Sementara itu, Khasanah, salah seorang pembeli daging mengaku, belum pernah membeli dagig impor, meski harganya lebih mahal dia tetap memilih daging sapi lokal yang masih segar dan belum disimpan di lemari pendingin.
“Saya tidak pernah beli daging inpor, gak pernah nyoba juga, daging lokal saja mas masih segar,” terang ibu rumahtangga, warga Kecamatan Montong ini, saat membeli daging. (Lk)
