Bank Jatim Fasilitasi Pembukaan Rekening Bagi Disabilitas: Mendukung Program Pemprov Jatim

23
Aktivitas Pelayanan Nasabah di Bank Jatim

kabartuban.com – Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program-program yang digalakkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), khususnya dalam pemberdayaan disabilitas. Dalam upaya ini, Bank Jatim baru-baru ini memfasilitasi pembukaan rekening baru bagi para penyandang disabilitas, sebagai bagian dari upaya mendorong inklusivitas keuangan bagi komunitas tersebut.

Langkah tersebut diambil setelah Pemprov Jatim melalui Dinas Sosial Jatim meresmikan Galeri Disabilitas Kinasih dan UPT (Gadisku) di Surabaya. Penyerahan rekening Bank Jatim kepada penyandang disabilitas dilakukan secara simbolis oleh Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono, didampingi oleh Kepala Dinsos Jatim Restu Novi Widiani dan Direktur Kepatuhan Bank Jatim Umi Rodiyah.

Umi Rodiyah, Direktur Kepatuhan Bank Jatim, menjelaskan bahwa fasilitasi pembukaan rekening ini merupakan wujud nyata dukungan Bank Jatim terhadap program inklusi keuangan bagi komunitas disabilitas. Dikatakan bahwa banyak penyandang disabilitas yang belum terakses oleh sistem keuangan, sehingga langkah ini sangat penting untuk terus didorong. Melalui layanan digital banking seperti JConnect, Bank Jatim berharap para penyandang disabilitas dapat memanfaatkan produk dan layanan perbankan dengan lebih baik, serta meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan.

Lebih lanjut, Umi menyatakan harapannya bahwa langkah-langkah seperti ini dapat membantu dalam akselerasi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Bank Jatim juga turut senang dengan adanya wadah Gadisku yang dibuka oleh Pemprov Jatim, di mana para penyandang disabilitas dapat mengasah kemampuan dan kreativitas mereka. Dalam wadah ini, tersedia beragam fasilitas, mulai dari layanan massage & refleksi untuk tunanetra hingga berbagai macam produk kerajinan hasil karya disabilitas.

Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono juga menekankan pentingnya perhatian terhadap penyandang disabilitas, yang tercermin dalam peresmian Gadisku. Dia menyebutkan bahwa inisiatif tersebut bertujuan memberikan ruang dan kesempatan bagi disabilitas untuk menampilkan karya mereka kepada masyarakat. Selain itu, dengan dilatih dan dibentuk sebagai wirausahawan, serta diperkenalkan dengan inklusi keuangan seperti menabung, diharapkan mereka dapat semakin mandiri secara ekonomi. (ubed/red)

/