kabartuban.com – Di tengah musim kemarau yang masih melanda sejumlah wilayah Kabupaten Tuban, mahasiswa Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban turun langsung membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Melalui program Kementerian Sosial Masyarakat dan Lingkungan, Kabinet Gana Amerta, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unirow Tuban mendistribusikan sebanyak 30.000 liter air bersih kepada warga Dusun Randubanjar, Desa Sambongrejo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Sabtu (3/10/2026).
Air bersih tersebut disalurkan menggunakan enam tangki dan diperuntukkan bagi sekitar 48 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan.
Ketua BEM Unirow Tuban, Kuswanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar selama musim kemarau.
Baca juga: Pasca Puting Beliung, BPBD–TNI–Polri Gerak Cepat Bantu Warga Semanding
Menurutnya, mahasiswa tidak seharusnya hanya berada di lingkungan kampus ketika masyarakat menghadapi persoalan. Karena itu, BEM Unirow berupaya hadir secara langsung dengan membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak.
“Kami sebagai mahasiswa tidak ingin hanya menjadi penonton ketika masyarakat sedang menghadapi kesulitan. Kami ingin hadir langsung, melihat kondisi warga, sekaligus berbuat sesuatu yang bisa dirasakan manfaatnya,” ujar Kuswanto.
Ia menjelaskan, distribusi air bersih tersebut mengusung tema “Setetes Kepedulian untuk Seribu Kebutuhan”. Tema tersebut menjadi gambaran bahwa bantuan yang diberikan mungkin tidak menyelesaikan persoalan kekeringan secara keseluruhan, tetapi diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga untuk sementara.
“Memang bantuan ini bukan solusi permanen. Namun, bagi warga yang sedang membutuhkan air, 30 ribu liter ini tentu sangat berarti. Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian tidak harus menunggu kita memiliki sesuatu yang besar,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, BEM Unirow Tuban berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban untuk mendukung proses distribusi air bersih kepada masyarakat.
Baca juga: 17 Desa Dilanda Krisis Air Bersih
Kuswanto menyebut kegiatan tersebut menjadi tahap awal dari gerakan sosial mahasiswa dalam merespons dampak kekeringan di Tuban. BEM Unirow berencana memperluas penyaluran bantuan ke wilayah lain yang juga mengalami kesulitan air bersih.
“Kegiatan hari ini merupakan tahap awal. Kalau kondisi kemarau masih berlangsung dan kemampuan kami memungkinkan, kami akan berusaha melanjutkan distribusi ke desa-desa lain yang membutuhkan,” katanya.
Ia juga mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk ikut membangun kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana kekeringan. Menurutnya, persoalan kebutuhan dasar masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
“Kami berharap gerakan kecil ini bisa menumbuhkan kepedulian yang lebih luas. Berbagi tidak selalu harus sesuatu yang besar. Kadang, setetes air saja sudah sangat berarti bagi mereka yang sedang membutuhkan,” pungkas Kuswanto.
Distribusi air bersih tersebut berlangsung mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai. Selain membantu memenuhi kebutuhan air warga, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata keterlibatan mahasiswa dalam merespons persoalan sosial dan lingkungan yang terjadi di tengah masyarakat.
Perlu untuk diketahui, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Tuban mencatat per Sabtu (01/10/2026) sedikitnya 28 desa di 11 kecamatan kini terdampak kekeringan. (fah)
