Bupati Tuban Intruksikan Kamis dan Jumat Gunakan Baju Batik Lokal

9
ilustrasi batik

Kabartuban.com- Batik adalah hasil karya bangsa Indonesia yang merupakan perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia. Di Tuban sendiri batik sangat berkembang oleh karena itu Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, SE mengintruksikan kepada seluruh ASN Kabupaten Tuban untuk wajib menggunakan batik tulis Tuban di hari Kamis atau Jumat mulai awal tahun depan.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Batik Tuban Mural Festival di kawasan GOR Rangga jaya Anoraga,pada  Minggu (19/12/21).

Acara tersebut digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke 728 Kabupaten Tuban, di mana diadakan kompetisi untuk menggambar mural bermotif batik di space yang telah disediakan.

Dalam kesempatan tersebut Mas Bupati menyampaikan, pelestarian budaya Kabupaten Tuban harus mulai digaungkan kembali di semua lini, terutama untuk batik tulis Tuban. Selain batik, dirinya juga meminta untuk masyarakat mulai membeli produk lokal Tuban, seperti sepatu buatan produk lokal, yang dimulai dari ASN, BUMN hingga BUMD.

“Di sini saya instrusikan dan dapat segera dilaksanakan. Kita harus memulai dari diri kita memakai produk lokal dan harus bercirikan Kabupaten Tuban. Nah, saya minta ASN kita yang memulai, dan diikuti oleh yang lainnya,” jelas Mas Bupati.

Mas Bupati berkelakar jika pimpinan OPD serta ASN lain tidak menjalankan instruksi tersebut, dia meminta agar satpol PP melakukan peneguran kepada oknum tersebut. “Satpol PP saya perintahkan untuk melakukan sweeping jika perlu,” katanya disambut gelak tawa para hadirin.

Meskipun terkesan bercanda, Mas Bupati menegaskan jika instruksi tersebut wajib dilakukan. “Pelan-pelan pasti bisa, makanya harus dibiasakan dulu,” lanjutnya.

Mas Lindra juga mengingatkan, untuk pengadaan seragam batik tulis Tuban dan sepatu lokalan harus dipesan di UMKM Tuban secara merata. Ini penting, sebab nantinya akan menumbuhkan geliat ekonomi di sektor industri kreatif di Kabupaten Tuban. “Pemesanan tidak boleh tersentral pada satu UMKM saja, harus merata se Kabupaten Tuban,” ujarnya.

Terkait dengan giat promosi kearifan lokal, lanjut bupati, Pemkab juga akan mewadahi seluruh kegiatan anak muda melalui penyediaan space mural lain di beberapa tempat, seperti Taman Sleko yang saat ini dalam proses pembangunan. Taman tersebut saat ini tengah mengalami perbaikan untuk tampilan baru.

“Semua space akan ditonjolkan unsur kearifan lokalnya, apa yang menjadi ciri khas Tuban kita tampilkan. Seperti patung kuda, patung merak, dan lainnya yang melibatkan seniman lokal sudah kita siapkan di taman sleko,” terang Mas Lindra.

Mas Lindra menegaskan, seluruh event yang dilaksanakan untuk memeriahkan Hari Jadi ke 728 Kabupaten Tuban semata-mata untuk menggali potensi yang ada, baik di bidang olahraga, seni dan budaya. Sehingga bisa diketahui dan diinventarisir untuk menjadi bahan pengembangan daerah.

Ia menegaskan, Pemkab akan mengakomodir seluruh potensi yang muncul dengan menggelar kegiatan minimal 3 bulan sekali untuk mewadahi kreativitas masyarakat Kabupaten Tuban. “Kami membuat seluruh rangkaian event HJT, seperti batik mural, turnamen olahraga, dan event lain adalah untuk mengetes seberapa besar potensi yang kita punya untuk nantinya dikembangkan,” ucap Mas Lindra.

Adapun Lomba Batik Tuban Mural Festival diikuti 120 orang dari 40 kelompok se Kabupaten Tuban. Menurut Mas Bupati, banyaknya peserta yang mengikuti festival tersebut akan memunculkan lebih banyak inovasi motif batik tulis Tuban.

Oleh karena itu, mas Lindra meminta dukungan masyarakat agar bersama mulai mengenal budaya lokal dan memakai produk lokal sebagai bentuk pelestarian budaya. “Sekali lagi saya ajak semua masyarakat untuk menggunakan produk lokal Tuban dan lebih mengenal budaya kita sendiri,” tutupnya. (nat/hin)