Daging Impor Tak Boleh Masuk Pasar Tradisional

Kabartuban.com- Jelang perayaan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, harga daging sapi mengalami penurunan,  hal ini menurut sejumlah pedagang karena sepinya pembeli dan bukan karena masuknya daging impor.

Seperti yang disampikan Sutiah, salah satu pedagang daging sapi di Pasar baru Tuban, ia mengaku khawatir dengan sepinya pembeli saat ini, dan mereka berharap sepinya pembeli ini bukan disebabkan adanya daging  sapi impor yang masuk ke pasar dengan harga yang lebih murah.

“Pembelinya sepi, makanya harga di turunkan. Mudah-mudahan sepinya pembeli bukan karena masuknya daging impor,” kata Sutiah (21/12).

Dia menjelaskan, harga daging sapi murni sebelumnya bertahan cukup lama pada level harga Rp115.000/Kilogram, namun menjelang natal dan tahun baru justru turun menjadi Rp100.000/ Kilogramnya.

“Jual daging itu sekarang jadi susah, biasanya kalau hari besar harga bisa naik, tapi sekarang malah turun,” keluh pedagang ini.

Sementara itu, menanggapi kekhawatiran pedagang, terkait dengan masuknya daging impor di pasar tradisional, Kepala Sekasi, Meterologi dan Perlindungan Konsumen, Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Kabupaten Tuban Sunaryo mengungkapkan, kalau daging sapi impor tidak boleh masuk di pasar tradisional.

Lebih lanjut Sunaryo menegaskan, daging itu membutuhkan tempat penyimpanan khusus, yakni dengan suhu dibawah 18 derajat celcius. Sementara kebanyakan pedagang dipasar tradisional menjual daganganya di ruangan terbuka, sehingga mudah membusuk.

“Daging ini hanya bisa dijual di supermarket atau tempat lain dengan suhu dibawah 18 derajat. Selain alasan itu, karena proses pemotongan sudah lama, jadi daging itu mudah busuk jika hanya di simpan pada suhu krang dari itu, apalagi ruang terbukan seperti dipasar tradisional,” jelas Sunaryo. (Lk)

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya