Dari Hobi Melukis, Jadi Bisnis Penghasil Rupiah

15
Habib, seorang pelukis realis dari pensil

kabartuban.com – Habibullah M. Toifun Najib biasa dipanggil Habib (22) yang tinggal di Desa Boto, Semanding, Tuban ini mempunyai hobi melukis (drawing pencil) dimana bakat menggambar tersebut sudah mulai disukai sejak Taman Kanak-Kanak (TK), bahkan lukisan yang dibuatnya terlihat sangat hidup.

Mahasiswa yang berkuliah di salah satu Universitas yang ada di Tuban tersebut mulai menekuni hiding seni menggambar sejak tahu 2018. Minat tersebut muncul ketika ia melihat ayahnya yang sering melukis landscape (pemandangan) yang kemudian membuatnya tertarik mendalami seni lukis. Tak tanggung-tanggung, kini ia mulai mendapatkan pundi-pundi rupiah dari hasil lukisannya.

Siapa sangka seni menggambar wajah yang kini banyak dibanjiri orderan tersebut berawal saat Habib menyukai seseorang kemudian dibuatkan gambar wajah, namun yang lukisan indah yang dibuat Habib tidak diindahkan oleh penerima. Hal tersebut yang kemudian menjadikan motivasi Habib untuk terus mengasah skillnya.
“Awalnya karena suka sama seseorang lalu untuk kado saya buatkan gambar wajahnya, berhubung gambarnya jelek saat itu dirobek. Terus lumayan down saya,” jelasnya sambil tertawa.

Hingga kini, lukisan wajah yang dibuat Habib mendapatkan pesanan hingga dari luar kota yaitu Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dalam melakukan bisnisnya, Habib menggunakan platform facebook dan instagram untuk menjual lukisannya hingga jangkauannya kini meluas.
Dalam membuat lukisan tersebut, Habib menjelaskan, kesulitan utamanya adalah pada mood. Sebab menurutnya, mood sangat mempengaruhi hasil lukisan sehingga ia tidak dapat memaksakan untuk melukis jika moodnya sedang tidak baik.

“Kesulitannya itu mengatur mood. Kalau tuntutan melukis juga biasanya di deadline, intinya kalau ada masalah pikirannya harus ditenangkan dulu. Pun kalau dipaksa nanti gambarnya ya jelek dan nggak mirip,” pungkasnya.
Kini lukisan gambar yang ia buat di banderol mulai dari harga Rp100.000 rupiah atau tergantung kesulitan dan lama waktu pengerjaan. Menurutnnya, baik melukis di kanvas maupun di kertas tidak ada perbedaan namun untuk menggunakan pensil memang sedikit rumit.

Ia berharap suatu saat dapat mendirikan sebuah sanggar lukisan dan mengembangkan bisnis gambarnya menjadi luas lagi juga membagikan ilmu-ilmu yang ia miliki kepada orang lain, sebab menurut Habib, ilmu harus dibagikan dan tidak dipendam sendiri.

Dalam kesempatan tersebut Habib juga berpesan bahwa pelukis yang bagus tidak ditentukan dengan suatu gelar yang mereka dapatkan, tetapi mereka ditentukan dengan sejauh mana menguasai keterampilan gambar yang dapat diimplementasikan ke dalam suatu karya atau project. (hin/dil)