Dipaksa Akui Kejahatan, Oknum Polisi Todong Pistol Anak Dibawah Umur

327

kabartuban.com – Disuruh mengakui tidak kejahatan, seorang oknum anggota polisi yang bertugas di Polsek Widang Tuban, tega menganiaya anak dibawah umur, tragisnya, korban bernama Vicky Arfindo (13), asal Desa Patihan wilayah setempat juga ditodong menggunakan pistol untuk mengakui kejahatan yang tidak dilakukan koraban.

Diceritakan, korban yang baru duduk dibangku kelas VIII SMPN Widang ini mengaku dianiaya salah salah satu oknum Polsek Widang, ketika diperiksa dan diminta menunjukkan siapa yang mencuri motor salah satu warga Desa Patihan.

Pencurian motor sendiri terjadi pada Minggu (14/06) dini hari. Petugas Polsek Widang mendapat laporan ini dari Kurtubi dan Hussein, yang juga warga Desa Patihan, Kecamatan Widang.

“Saya tidak tahu siapa yang mencuri motor itu,” kata Vicky ketika ditemui di rumahnya (20/06).

Vicky juga mengungkapkan kalau kejadian bermula pada hari Senin (15/06) lalu. Saat itu dia dijemput petugas Polisi di pasar Babat Lamongan pada jam 13:00, ketika bocah ini tengah membantu kakak sepupunya jualan baju.

Vikcy juga sempat menanyakan alasan ia dijemput dan mau dibawa kemana oleh petugas tersebut. Bukan jawaban yang dia dapat, tapi justru pukulan yang mendarat di pipi kirinya.

“Ketika saya tanya mau dibawa kemana? Saya langsung dipukul kena pipi kiri,” jelas Vicky.

Karena akan dimintai keterangan, bocah ini langsung dibawa ke Polsek Widang dan langsung dimasukkan sel dan diminta untuk menjawab pertanyaan petugas dengan jujur.

“Saya ditanya siapa yang mengambil sepeda motor yang hilang,” kata Vicky.

Karena tidak tahu, bocah ini dengan polos mengatakan tidak tahu apa-apa tentang hilangnya motor milik salah satu warga satu hari sebelum penangkapan dirinya.

Karena menjawab tidak tahu, bocah ini langsung ditelanjangi dan ditodong menggunakan pistol di pelipis kiri. Setelah itu kembali mendapat pukulan dibagian kepala sampai dia jatuh terlentang.

Setelah jatuh terlentang, oknum ini kemudian menginjak dada bocah ini dan kembali memasukkan pistol kedalam mulutnya. Lagi-lagi oknum petugas ini bertanya siapa teman bocah ini yang mengambil motor milik warga pada Minggu (14/06) dini hari lalu.

“Karena saya tidak tahu ya saya tetap jawab tidak tahu,” jelas Vicky.

Setelah itu bocah ini dikeluarkan dari sel dan dipertemukan dua warga yang melaporkannya, yaitu Kurtubi dan Hussain. Tidak hanya selesai sampai disitu, salah satu dari pelapor juga menawarkan uang kepada Vicky dan meminta supaya bocah ini mengaku dan memberikan informasi siapa yang mengambil motor.

“Saya mau dikasih satu juta kalau mau mengaku, tapi saya bilang kepada orang itu saya tidak tahu apa-apa,” cerita Vicky pada sejumlah awak media.

Bocah dibawah umur ini juga mengaku masih trauma selain mengalami memar dibagian wajah dan kepala, setelah dijemput Kepala Desa Patihan untuk pulang kerumah.

Ditempat terpisah, Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Suharyono mengakui kalau ada laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh anggotanya di Polsek Widang. Kasat Reskrim juga mengakui kalau anggotanya saat ini masih dalam penyelidikan.

“Karena kejadian salah prosedur tadi, untuk anggota (Polisi.red), saat ini masih kita proses pelanggaran disiplin,” Kata Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Suharyono. (Kh)