Disentuh Kisah Sunan Kalijaga, Goa Akbar Tak Mampu Dongkrak Pengunjung

51
Tampak peta Wisata Goa Akbar Tuban (foto: dok istimewa)

kabartuban.com-Goa Akbar menjadi salah satu destinasi wisata alam di Kota Tuban yang dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Tuban. Goa yang terletak di belakang pasar baru Tuban dan dahulunya menjadi tempat pembuangan sampah tersebut, dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban pada tahun 1998. Dengan luasan area sekitar 1 hektar, Goa Akbar diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Tuban. Namun harapan itu hingga kini nyaris tidak pernah tercapai, wisata Goa yang dipromosikan dengan sentuhan kisah religi ini tidak seramai yang diharapkan. Beruntung sejumlah peziarah makam Sunan Bonang masih menyempatkan diri untuk mengunjungi Goa Akbar, sehingga wisata tersebut masih bisa bertahan hingga saat ini meskipun tertatih, Sabtu (12/03/2022).

Salah satu petugasWisata Goa Akbar, Lumaji mengatakan wisata tersebut tidak bisa dipastikan kapan waktu ramainya. Buka sejak jam 7 pagi hingga jam 5 sore, Goa Akbar relatif sepi, belum pernah mengalamai kenaikan pengunjung yang signifikan.

“Tidak tentu ramainya, meskipun menjelang bulan Ramadhan seperti sekarang ini ya ndak banyak peningkatan, biasa saja. Bahkan, di hari libur Idul Fitri juga ndak begitu ramai. Di sini, pengunjungnya paling banyak 200 orang saja,” kata Lumaji kepada wartawan media ini.

Lumaji mengatakan, untuk memasuki area wisata Goa akbar tersebut tiketnya cukup terjangkau. Untuk tiket di hari libur seharga Rp 10 ribu untuk orang dewasa dan Rp 7 ribu untuk anak, sedangkan di hari biasa seharga Rp 8 ribu dan anak Rp 5 ribu.

Berdasarkan penelusuran kabartuban.com di lokasi wisata tersebut, area wisata Goa Akbar masih terihat cukup terawat, namun banyak sarana pra sarana yang memang harus dilakukan pembaharuan. Lokasi yang berada tepat di belakang pasar tersebut juga tidak menguntungkan Goa Akbar secara branding, sehingga tidak mampu mendongkrak pengunjung hingga saat ini.

Salah satu sarana pra sarana yang tampak tidak digunakan (foto:dok istimewa)

Salah satu pengunjung dari Malang, Junaidi mengatakan dirinya baru pertama kali mengunjungi Goa Akbar karena banyak anggota rombongannya yang ingin tahu dan mengunjungi Goa Akbar. Junaidi mengaku dirinya mendengar cerita bahwa Goa Akbar dulu merupakan tempat bertapa dan tempat sembunyi Sunan Kalijaga.

“Saya sering ziarah ke Tuban, tapi baru kali ini masuk ke Goa Akbar karena romongan ingin tahu dan masuk ke dalam Goa ini. Lumayan luas dan unik sebenarnya, tapi sayangnya untuk sekelas tempat wisata masih banyak yang harus dibenahi,” kata Junaidi saat menyusuri Goa Akbar bersama rombongannya.

Lebih lanjut Junaidi mengatakan, yang menjadi daya tarik sehingga rombongan ingin datang ke Goa Akbar adalah kisahnya yang didengar. Sebagian dari peziarah mendengar kisah bahwa Goa Akbar adalah Goa Keramat yang dulu merupakan tempat bertapa dan bersembunyi Sunan Kalijaga. Bahkan, sebagian menceritakan bahwa Goa akbar merupakan salah satu tempat berkumpulnya para wali.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kabartuban.com dari sejumlah sumber, pengunjung wisata Goa Akbar saat ini sebagian besar adalah pengunjung Sunan Bonang. Sehingga memunculkan pendapat bahwa seandainya tidak ada peziarah Sunan Bonang, maka Goa Akbar tidak akan ada pengunjungnya.

Sementara itu, hingga saat ini belum ada rencana strategis dari Pemkab Tuban untuk mendongkrak pengunjung wisata Goa Akbar. Di masa kepemimpinan Bupati baru, dimana Goa Akbar dibangun pada era kepemimpinan Haeny Relawati Rini Widyastuti  yang tidak lain adalah ibu dari Bupati Lindra saat ini, maka tidak menutup kemungkinan Goa Akbar akan menjadi salah satu perhatian khusus dari Bupati untuk dikembangkan lebih optimal. (hin/im)

/