kabartuban.com – Guna memaksimalkan penyerapan beras pada musim panen tahun 2017 ini, Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Drive III Bojonegoro melakukan sinergi dengan TNI serta beberapa mitra kerjanya.
Kepala Perum Bulog Sub Drive III Bojonegoro, dengan wilayah kerja Bojonegoro, Lamongan dan Tuban, Hardiman mengatakan, pihaknya tahun ini memiliki target sebanyak 34.000 ton beras untuk gudang yang ada di Tuban.
“Setidaknya ada sekitar 17 mitra kerja aktif berbentuk Usaha Dagang (UD) di Kabupaten Tuban yang dapat mendukung penyerapan beras lebih maksimal.“ ujarnya kepada kabartuban.com, Jumat (17/3/2017).
Lebih lanjut ia menjelaskan, awal tahun ini pihaknya sudah melakukan pengajuan kontrak kepada beberapa mitra kerja.
“Dalam kontrak tersebut, sedikitnya ada 800 ton beras dengan waktu penyerapan sekitar satu minggu usai panen,” terang Hardiman.
Hardiman berharap dalam upaya memaksimalkan penyerapan beras yang dibantu oleh TNI, PPL, Babinsa, Gapoktan dan satuan kerja terkait lain itu, bisa mencapai target tahun ini. Sehingga, harga beras dipasaran nantinya bisa stabil dan tidak mengalami lonjakan.
Untuk diketahu, sesuai Inpres No 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) atas komoditi gabah atau beras yakni Rp7.300 per kilogram. Namun terdapat beberapa ketentuan yang harus diperhatikan yakni Kadar Air (KA) minimal 14 persen, Beras Rusak (broken) minimal 20 persen dan menir minimal 2 persen.
Diketahui, guna menindaklanjuti arahan dari Presiden Joko Widodo dengan penyerapan gabah petani minimal 4 juta ton setara beras dalam waktu Maret-Agustus 2017. Dengan harga gabah kering panen Rp 3700 per kilogram.
“Harga gabah saat ini Rp 3.700 per kilogram, ini tidak boleh dikurangi sedikitpun dan berlaku di seluruh Indonesia,”tutupnya. (har)
