Ini Titik Pengalihan Jalur Selama Jembatan Belum Diperbaiki

kabartuban.com – Ambruknya jembatan Nasional penghubung antar Kabupaten Lamongan dengan Kabupaten Tuban (Babat-Widang), membuat arus lalulintas yang akan melintas di jalur tersebut terpaksa dialihkan ke jalur-jalur alternatif yang ada, baik kendaraan dari arah Surabaya menuju Tuban dan Semarang maupun sebaliknya.

Wadir Lantas Polda Jatim, AKBP M Aldian, saat berada di pos pantau jembatan ambruk, di Kecamatan Widang, mengatakan, pengalihan arus dari Semarang-Tuban, dimulai dari jalan Manunggal utara, kendaraan berat diarahkan lurus melalui jalur deandles, Tuban-Paciran. Pengalihan juga di Jalan Manunggal selatan dan pertigaan Pakah menuju Kabupaten Bojonegoro.

“Pengalihan arus bukan hanya dari Jateng tapi juga Surabaya. Di Tuban ada tiga titik penjaringan, yakni Manunggal utara, Manunggal selatan dan pertigaan Pakah. Begitu juga dari Surabaya, penyaringan arus juga ada di tiga titik, pertama di Kebomas sudah dipasang baner, Lamongan, pertigaan Blimbing dan di Mirah diarahkan ke Bojonegoeo,” kata AKBP M Aldian.

Lebih lanjut diterangkan, pengalihan arus untuk kendaraan besar dilakukan karena jembatan yang ada saat ini juga akan dilakukan evaluasi oleh pihak terkait, disamping itu juga masih ada aktifitas evakuasi kendaraan yang masih berada di dasar jembatan, sehingga belum memungkin untuk dilalui kendaraan secara optimal.

“Kami alihkan karena gak mungkin melalui jembatan ini. Proses evakuasi hari ini paling lambat bangkai kendaraan harus bersih. Untuk perbaikan jembatan, hasil koordinasi akan menjadi skala perioritas karena ini menjelang lebaran,” lanjutnya.

Pantauan kabartuban.com di jalur sepanjang Widang hingga Tuban kota, tidak nampak kendaraan besar yang melintas. Bahkan kendaraan pribadi juga tidak pada seperti hari-hari biasa yang melalui jalur utama Tuban-Lamongan.

Sementara itu, di jalur utara Tuban, mulai Kecamatan Palang hingga Kacamatan Brondong, Lamongan nampak terjadi kepadatan arus lalulintas, jalur yang biasanya cukup lengang menjadi padat oleh kendaraan kendaraan besar yang melintas.

“Banyak yang melintas disini kendaraan besar juga banyak yang parkir dipinggir jalan dan tempat parkir sepanjang jalur pantura ini,” kata Suherman, pedagang di pinggir Jalur deandles, Tuban Lamongan itu. (Luk)

Populer Minggu Ini

Upaya Pencurian Kimsin Dewa Kwan Kong di Klenteng Kwan Sing Bio Digagalkan Pengelola

kabartuban.com - Aksi pengambilan patung suci (kimsin) Dewa Kwan...

Polres Tuban Berikan Bantuan Usaha Hingga Akses Pengobatan untuk Warga Disabilitas

kabartuban.com – Kepedulian terhadap kelompok rentan kembali ditunjukkan jajaran...

Sidak DPRD–Diskopumdag Temukan MinyaKita Dijual Tak Sesuai Aturan

kabartuban.com - Temuan mengejutkan muncul dalam inspeksi mendadak (sidak)...

Swadaya Warga Jadi “Alarm Keras”, Akademisi Unirow Sentil Arah Pembangunan Tuban

kabartuban.com - Fenomena warga yang turun tangan memperbaiki jalan...

Jalan Widang–Rengel Rusak Parah, Lubang Menganga Jadi Ancaman Nyata Pengendara

kabartuban.com - Jalan penghubung Kecamatan Widang menuju Kecamatan Rengel...

Artikel Terkait