kabartuban.com – Masuknya investor asing yang akan menanam saham cukup besar di Kabupaten Tuban, begitu juga rencana pembangunan pelabuhan yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, namun hal itu belum didukung dengan data spesifikasi tenaga kerja lokal yang sesuai dengan bidang keahliannya.
Suwanto selaku Kepala Subid Industri Perdagangan, Bappeda Tuban mengatakan, pihaknya mengakui hal tersebut akan menjadi salah satu kendala bagi Pemerintah Daerah (Pemda) jika tidak segera disinergikan dengan pihak terkait, dalam hal ini Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Tuban.
“Kita ini belum memiliki data spesifikasi tenaga lokal untuk menghadapi proyek besar pemerintah pusat dan jawa timur, yakni Kilang dan Pelabuhan oleh Pemprov jatim.” ujarnya pada kabartuban.com Senin (14/11/2016).
Menurut Suwanto, data spesifikasi sangat penting dimiliki oleh Pemerintah Daerah, untuk mempermudah akses Pemerintah dalam menyalurkan tenaga kerja, dimana setiap spesifikasi nanti akan jelas posisinya.
“Ini peting, agar investor yang akan menanamkan modal kesini sudah memiliki gambaran soal SDM yang nanti akan mendukung perusahaannya,” jelas Suwanto.
Dalam hal ini, dikatakan oleh Suwanto, Setiap investasi perusahaan menyediakan setidaknya 50 kesempatan kerja, jika pemerintah daerah belum mempunyai data spesifikasi tenaga kerja lokal yang sesuai dengan bidang keahliannya, maka akan menjadi sia-sia jika tenaga local tidak terserap.
Masih terang Suwanto, pihaknya menyayangkan tidak adanya ketersediaan tenaga kerja dengan spesifikasi khusus, catatan akhir tahun 2015, jumlah pegangguran di Kabupaten Tuban masih di angka 3,6 persen, dari 569.1585 angkatan kerja.
“Setiap investasi perusahaan menyediakan setidaknya 50 kesempatan kerja, ini akan menjadi sia-sia jika tenaga local tidak terserap,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, KabupatenTuban, Nurjahan, membenarkan jika sampai hari ini belum ada data khusus spesifikasi sesuai bidang keahlian tenaga kerja. Bahkan Dinsosnaker juga belum dapat memastikan kapan akan melakukan pendataan.
“Kita belum punya data itu,” kata Nurjanah singkat. (Din/Har)
